Probolinggo.seputarjawatimur.com – Upaya membangun generasi bangsa yang berilmu dan berakhlak mulia kembali digaungkan. Universitas Islam Zainul Hasan (UNZAH) Genggong, Majelis Ulama Indonesia (MUI), dan Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Probolinggo bersinergi menyelenggarakan Pelatihan Penguatan Pendidikan Karakter bagi guru Pendidikan Agama Islam (PAI) se-Kabupaten Probolinggo.
Bertempat di Kantor Kemenag Kabupaten Probolinggo, kegiatan ini diikuti ratusan guru dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari TK, SD, SMP, SMA, hingga SMK. Pelatihan ini tidak hanya menjadi ajang peningkatan kompetensi, tetapi juga penegasan kembali pentingnya peran guru dalam membentuk karakter peserta didik.
Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Probolinggo. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Probolinggo, H. Dwijoko Nurjayadi, M.M., yang hadir mewakili Bupati Probolinggo, menegaskan bahwa pendidikan karakter merupakan fondasi utama dalam proses pendidikan.
“Pendidikan bukan semata-mata soal ilmu pengetahuan. Lebih dari itu, pendidikan adalah proses pembentukan akhlak, moral, dan nilai-nilai kehidupan. Kami mengapresiasi kolaborasi ini, dan berharap para guru mampu menjadi pelopor pendidikan karakter di sekolah masing-masing,” ujarnya.
Senada dengan itu, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Probolinggo, Dr. Samsur, S.Ag., M.Pd.I., menekankan pentingnya sinergi antar lembaga dalam memperkuat kualitas pendidikan agama.
“Kolaborasi antara Kemenag, MUI, dan UNZAH ini adalah bentuk nyata komitmen kami dalam membangun pendidikan yang holistik. Guru PAI adalah ujung tombak dalam menanamkan nilai-nilai luhur kepada generasi muda,” tegasnya.
Rektor UNZAH Genggong, Assoc. Prof. Dr. Abdul Aziz Wahab, CH., CHT., BA., M.Ag., yang turut hadir sebagai pemateri, menyoroti pentingnya nilai-nilai Islam dalam penguatan pendidikan karakter.
“Guru PAI memegang peran strategis dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas intelektual, tetapi juga memiliki integritas dan spiritualitas yang kuat. Melalui pelatihan ini, kami ingin membekali guru dengan pendekatan yang berbasis nilai-nilai keislaman,” jelasnya.
Pelatihan ini diharapkan dapat memberikan dampak nyata dalam praktik pembelajaran di kelas. Para guru diharapkan mampu menginternalisasikan nilai-nilai karakter dalam setiap proses pembelajaran, sehingga lahir generasi bangsa yang tidak hanya unggul dalam pengetahuan, tetapi juga kuat dalam moral dan akhlak.(rfq)












