UNHASA Genggong Kukuhkan 391 Mahasiswa Baru, Rektor Targetkan Universitas Unggul dan Berkarakter Mulia

PROBOLINGGO-seputarjawatimur.com — Universitas Hafshawaty Zainul Hasan Genggong (UNHASA) Probolinggo mengukuhkan mahasiswa baru Program Sarjana dan Pendidikan Profesi dalam rapat senat terbuka yang digelar di Gedung Islamic Center Kraksaan, Kamis (8/9) pagi.

Sebanyak 227 mahasiswa baru mengikuti prosesi pengukuhan tersebut. Mereka berasal dari sejumlah program studi, yakni S1 Keperawatan, S1 Kebidanan, S1 Farmasi Klinik dan Komunitas, S1 Ilmu Keolahragaan, S1 Bisnis Digital, serta S1 Informatika.

Selain mahasiswa baru, UNHASA Genggong juga menerima mahasiswa alih jenjang sebanyak 164 orang. Mereka berasal dari program studi Kebidanan, Keperawatan, Pendidikan Profesi Bidan, dan Pendidikan Profesi Ners.

Prosesi pengukuhan tersebut dihadiri Ketua Yayasan Hafshawaty sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong, KH Moh Hasan Mutawakkil Alallah, bersama keluarga besar Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong.

Turut hadir jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Probolinggo, Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Probolinggo Mariyah, Ketua Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Rokayah, serta sejumlah tamu undangan lainnya.

Rektor UNHASA Genggong, Dr. Nurhamim, dalam sambutannya mengatakan, pihaknya terus mendorong UNHASA menjadi perguruan tinggi yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga mampu melahirkan lulusan yang memiliki karakter mulia.

“UNHASA memiliki target untuk menjadi universitas yang unggul dan berkarakter mulia. Karena itu, proses pendidikan tidak hanya diarahkan pada pencapaian akademik, tetapi juga pembentukan karakter mahasiswa,” ujar Nurhamim.

Menurutnya, mahasiswa yang menempuh pendidikan di UNHASA diharapkan mampu mengembangkan kompetensi sesuai bidang keilmuan masing-masing sekaligus memiliki integritas dan kepedulian terhadap masyarakat.

Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong, KH Moh Hasan Mutawakkil Alallah, berpesan agar ilmu yang diperoleh mahasiswa selama menempuh pendidikan tidak berhenti pada tataran teori.

Ia menegaskan, ilmu yang diperoleh mahasiswa merupakan ilmu terapan yang harus dapat diamalkan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Ilmu yang didapat saat ini adalah ilmu terapan, yakni ilmu yang harus diamalkan kepada masyarakat,” kata KH Moh Hasan Mutawakkil Alallah.

Kiai Mutawakkil juga menyoroti pentingnya pendidikan yang tidak hanya mengedepankan aspek keilmuan, tetapi juga memperhatikan nilai ketuhanan dan pembentukan akhlak.

Menurutnya, pendidikan yang kurang memperhatikan _khasyatullah_ atau rasa takut dan kesadaran kepada Allah SWT dapat berdampak pada berkurangnya _akhlaqul karimah_ serta perilaku yang baik dalam kehidupan sehari-hari.

“Pendidikan saat ini terkadang kurang memperhatikan _khasyatullah_. Dampaknya dapat terlihat dari kurangnya _akhlaqul karimah_ dan perilaku. Karena itu, ilmu harus berjalan bersama dengan akhlak,” pesannya.

Ia berharap para mahasiswa baru UNHASA Genggong dapat memanfaatkan kesempatan menempuh pendidikan dengan sebaik-baiknya. Selain menguasai ilmu sesuai bidang masing-masing, mahasiswa diharapkan mampu mengimplementasikan ilmunya untuk kepentingan masyarakat.

Prosesi pengukuhan tersebut menjadi bagian penting dalam mengawali perjalanan akademik mahasiswa UNHASA Genggong. Para mahasiswa diharapkan mampu menyelesaikan pendidikan dengan kompetensi yang memadai sekaligus membawa nilai-nilai keilmuan, keislaman, dan pengabdian kepada masyarakat.(bhj)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *