Asatan, Tradisi Tangkap Ikan Di Bendungan

Bondowoso.seputarjawatimur.com- Ratusan warga Desa Tapen Kecamatan Tapen Kabupaten Bondowososo sejak Sabtu (16/12),berbondong-bondong mencari ikan di asatan (Pengurasan) bendungan Sampean Asatan ini menjadi berkah tersendiri bagi warga sektar. Bahkan para pemburu ikan tersebut juga datang dari luar daerah, seperti Situbondo dan Jember.

Ternyata , momen mencari ikan ini seakan menjadi tradisi setiap tahun. Sebab, Flushing atau penggelontoran endapan lumpur. Debit air yang sebelumnya mempunyai kedalaman sekitar 25 meter, namun dengan pengurasan tersebut air menjadi dangkal. Disanalah ikan – ikan muncul ke permukaan.

“Asatan Bendungan Sampean Baru ini sudah tradisi Tujuannya flushing atau penggelontoran endapan lumpur. Tapi, warga diperbolehkan menangkap ikan selama Asatan,” jelas Kepala Unit Pengelolaan Bendungan (UPB) Sampean Baru, Wahyu Adi Nugroho,

Warga yang mayoritas suku Madura tersebut, memang diperbolehkan menagkap ikan ikan itu. Ada yang di buat hanya di konsumsi sendiri, tapi ada juga yang di juak kembali ke orang lain.
“Warga turun ke bendungan ramai-ramai berburu ikan. Ada yang menangkap ikan dengan tangan kosong, jaring, hingga jala. ,” terang Wahyu Adi.

Seorang warga Desa Tapen, Tayip mengatakan, tradisi Asatan Bendungan Sampean Baru biasanya digelar pada saat memasuki musim penghujan. Antara  Pertengahan November atau awal bulan Desember setiap tahun.( edo )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *