Rektor Baru Unzah Siapkan Percepatan Akreditasi dan Pengembangan Magister

PROBOLINGGO-seputarjawatimur.com– Universitas Islam Zainul Hasan (Unzah) Genggong, Probolinggo, memasuki babak baru kepemimpinan setelah KH Moh Hasan Naufal, yang akrab disapa Non Boy, terpilih sebagai rektor. Ia menggantikan Dr. Abdul Aziz Wahab yang meninggal dunia pada 28 September 2026.

Di bawah kepemimpinan barunya, Non Boy menyiapkan sejumlah agenda strategis untuk memperkuat kualitas akademik dan meningkatkan daya saing perguruan tinggi. Percepatan akreditasi program studi, pengembangan jenjang magister, serta penambahan jumlah guru besar menjadi prioritas yang ditargetkan mulai digenjot pada 2027.

Non Boy mengatakan, jabatan rektor merupakan amanah dari Ketua Yayasan, KH Moh Hasan Mutawakkil Alallah sekaligus kepercayaan para masyayikh yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Karena itu, ia berkomitmen meneruskan program yang telah dirintis oleh kepemimpinan sebelumnya sembari mendorong berbagai pembenahan di lingkungan kampus.

“Targetnya menjadikan kampus ini bukan hanya juara nasional, tetapi juga internasional, sehingga bisa bersaing di kancah global,” ujarnya, Senin (12/10/2026).

Salah satu sasaran utama yang disiapkan ialah percepatan lahirnya lima guru besar pada 2027. Target tersebut menjadi tantangan tersendiri mengingat saat ini Unzah disebut baru memiliki satu guru besar. Selain penguatan sumber daya akademik, pihak universitas juga akan mengkaji pengembangan program magister dan pembukaan program studi baru sesuai kebutuhan serta arah pengembangan institusi.

Non Boy menegaskan, peningkatan mutu kampus tidak cukup dilakukan dengan menetapkan target. Setiap program harus dievaluasi secara berkala untuk memastikan pelaksanaannya memberikan dampak nyata terhadap kemajuan universitas.

Dalam menentukan kebijakan, ia cenderung mengedepankan pendekatan *bottom-up*, yakni membuka ruang bagi masukan dari sivitas akademika, termasuk mereka yang berada di tingkat pelaksana.

“Saya pribadi lebih suka ada masukan dari bawah. Di lini paling bawah sekalipun, saya percaya mereka lebih tahu kondisi riil yang ada,” tegasnya.

Menurutnya, keterlibatan seluruh unsur kampus penting agar kebijakan yang diambil sesuai dengan kebutuhan di lapangan. Dengan demikian, program pengembangan tidak hanya menjadi rencana di tingkat pimpinan, tetapi dapat diterapkan secara efektif oleh seluruh elemen universitas.

Di sisi lain, peningkatan kualitas akademik tetap harus berjalan seiring dengan penguatan karakter dan identitas Unzah sebagai perguruan tinggi berbasis pesantren. Non Boy menilai kedisiplinan serta kepatuhan mahasiswa terhadap tata tertib, termasuk dalam hal berbusana, merupakan bagian dari nilai-nilai yang perlu dipertahankan.

Ke depan, berbagai target tersebut akan dibahas bersama senat dan jajaran pimpinan universitas. Pembahasan itu diharapkan menghasilkan arah kebijakan yang terukur, realistis, dan berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan.

Dengan sejumlah agenda tersebut, kepemimpinan Non Boy diharapkan mampu melanjutkan fondasi yang telah dibangun sekaligus mempercepat transformasi Unzah Genggong agar semakin kompetitif di tingkat nasional maupun internasional. (Bhj)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *