Kediri-seputarjawatimur.com-Kehamilan merupakan fase penting yang membutuhkan perhatian terhadap kesehatan ibu dan janin. Salah satu kondisi yang perlu diwaspadai selama kehamilan adalah Diabetes Melitus Gestasional (DMG). DMG merupakan kondisi peningkatan kadar gula darah yang pertama kali dikenali atau terjadi selama kehamilan dan dapat meningkatkan risiko komplikasi bagi ibu maupun bayi.
Sebagai upaya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu hamil dalam mencegah DMG, pada 18 Agustus 2026 dilaksanakan kegiatan “Edukasi Terpadu untuk Ibu Hamil Mencegah Diabetes Melitus Gestasional: Deteksi Dini, Diet, dan Latihan Fisik.”
Kegiatan ini dilaksanakan oleh tim Pengabdi Prodi Sarjana Terapan Kebidanan Kediri Poltekkes Kemenkes Malang yang diketuai oleh Rahajeng Siti Nur Rahmawati, M.Keb., beserta tim yaitu Ririn Indriani, M.Tr.Keb., dan Risqi Lestari, S.ST., dengan melibatkan mahasiswa Najmi Mada Zabrina Surya dan Fadia Eka Amanda Puspitasari.
Kegiatan ini merupakan bentuk upaya promotif dan preventif untuk meningkatkan kesadaran ibu hamil mengenai pentingnya pencegahan DMG sejak dini.
Program yang dikembangkan mencakup tiga aspek utama, yaitu deteksi dini, pengaturan pola makan, dan aktivitas fisik yang aman selama kehamilan.
Pentingnya Deteksi Dini Diabetes Melitus Gestasional. DMG perlu mendapatkan perhatian karena dampaknya tidak hanya dirasakan oleh ibu, tetapi juga dapat memengaruhi kesehatan janin dan bayi. Oleh karena itu, ibu hamil perlu memahami faktor risiko serta pentingnya melakukan pemeriksaan kehamilan dan skrining kadar gula darah sesuai anjuran tenaga kesehatan.
Dalam kegiatan ini, peserta mendapatkan edukasi mengenai pengertian DMG, faktor risiko, tanda dan komplikasi, serta pentingnya pemeriksaan kadar gula darah.
Program juga mencakup skrining DMG (HbA1c) dan tindak lanjut bagi ibu hamil yang memerlukan pemeriksaan lebih lanjut di fasilitas pelayanan kesehatan. Melalui deteksi dini, kondisi yang berisiko dapat diketahui lebih awal sehingga ibu dapat memperoleh pemantauan dan penanganan sesuai kebutuhan.
Diet Sehat untuk Mendukung Kehamilan. Selain deteksi dini, ibu hamil mendapatkan edukasi mengenai gizi seimbang dan perencanaan diet selama kehamilan. Peserta diberikan pemahaman bahwa menjaga pola makan bukan berarti mengurangi makanan secara berlebihan, tetapi mengatur jenis, jumlah, dan pola konsumsi makanan agar kebutuhan nutrisi ibu dan janin tetap terpenuhi. Materi mencakup pemilihan makanan bergizi, pengenalan makanan dengan indeks glikemik lebih rendah, penyusunan menu sehat harian, serta pembatasan konsumsi gula tambahan.
Program juga mendorong pemanfaatan bahan pangan lokal bergizi, sehingga pola makan sehat dapat diterapkan menggunakan bahan yang mudah ditemukan di lingkungan masyarakat.
Aktivitas Fisik Aman Selama Kehamilan. Pencegahan DMG juga perlu didukung dengan aktivitas fisik yang sesuai dengan kondisi ibu hamil. Peserta mendapatkan edukasi mengenai aktivitas fisik yang aman, seperti senam hamil, jalan kaki, peregangan, serta latihan yang disesuaikan dengan kondisi kehamilan.
Aktivitas fisik yang dilakukan secara teratur dan sesuai kondisi ibu dapat membantu menjaga kebugaran serta mendukung pengelolaan kadar glukosa darah. Program juga memberikan panduan latihan yang dapat dilakukan secara aman dan mudah diterapkan di rumah.
Dosen dan Mahasiswa Bersinergi Memberikan Edukasi. Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan edukasi interaktif melalui penyampaian materi, diskusi, tanya jawab, skrining, edukasi diet, serta latihan fisik.
Pendekatan ini bertujuan agar ibu hamil tidak hanya memperoleh informasi, tetapi juga memiliki keterampilan praktis yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Keterlibatan mahasiswa juga menjadi bagian penting dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperoleh pengalaman dalam memberikan edukasi kesehatan,berkomunikasi dengan masyarakat, serta menerapkan ilmu kebidanan secara langsung.
Kegiatan Ditutup dengan Yoga pada Ibu Hamil. Sebagai rangkaian akhir kegiatan, ibu hamil mengikuti latihan fisik berupa yoga pada ibu hamil yang dipandu oleh Instruktur Yoga Ibu Bidan Afifah Farhana.
Dengan penuh antusias, peserta mengikuti gerakan yoga secara perlahan, terkontrol, dan disesuaikan dengan kondisi ibu hamil. Latihan juga disertai dengan teknik pernapasan dan relaksasi sehingga peserta dapat mengikuti kegiatan dengan nyaman.
Yoga pada ibu hamil menjadi bagian dari program edukasi terpadu sebagai salah satu bentuk aktivitas fisik yang dapat membantu menjaga kebugaran ibu selama kehamilan. Program pengabdian masyarakat ini memang menempatkan senam/yoga pada ibu hamil sebagai salah satu bentuk intervensi fisik yang aman, terarah, dan mudah diterapkan.
Dengan berakhirnya sesi yoga, seluruh rangkaian kegiatan pada 18 Agustus 2026 ditutup dalam suasana penuh semangat dan antusiasme. Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong ibu hamil untuk menerapkan perilaku hidup sehat selama kehamilan, mulai dari melakukan deteksi dini, menjaga pola makan seimbang, hingga tetap aktif dengan latihan fisik yang aman.
Melalui sinergi antara dosen, mahasiswa, instruktur yoga, tenaga kesehatan, dan masyarakat, kegiatan edukasi ini diharapkan dapat menjadi langkah nyata dalam meningkatkan kesadaran dan keterampilan ibu hamil untuk mencegah Diabetes Melitus Gestasional serta mendukung terwujudnya ibu sehat, kehamilan sehat, dan bayi sehat.(tar)












