PROBOLINGGO.seputarjawatimur.com. Ribuan massa pendukung pasangan calon bupati dan wakil bupati Probolinggo, Gus Haris dan Lora Fahmi, memadati Lapangan Pajarakan di Kabupaten Probolinggo, dalam rangka kampanye akbar pada Rabu, (20/11).
Acara ini dimanfaatkan oleh Gus Haris dan Lora Fahmi untuk menyampaikan visi dan misi mereka kepada para pendukungnya, sesuai dengan jadwal kampanye yang diberikan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU)Kabupaten Probolinggo.
Kampanye ini menjadi momen penting bagi pasangan nomor urut 2 tersebut untuk memperkenalkan program-program mereka guna meraih dukungan dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Probolinggo.
Kampanye akbar pasangan calon bupati dan wakil bupati Probolinggo, Gus Haris dan Lora Fahmi, yang berlangsung di Lapangan Pajarakan pada Rabu, 20 November 2024, tidak hanya dihadiri oleh ribuan pendukung dan partai koalisi, tetapi juga oleh sejumlah tokoh agama dan pengasuh pondok pesantren dari seluruh Kabupaten Probolinggo. Di antaranya, hadir pengasuh Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong KH Moh Hasan Mutawakkil Alallah, pengasuh Pondok Pesantren Nurul Qodim Kalikajar Nun Hafid, pengasuh Pondok Pesantren Brani Habib Qodir, serta keluarga besar Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton. Kehadiran mereka semakin memperkuat dukungan terhadap pasangan Gus Haris-Lora Fahmi, yang semakin meluas di kalangan masyarakat, khususnya di kalangan pesantren.
Di hadapan ribuan pendukungnya, Gus Haris menyampaikan sejumlah program yang menjadi visi dan misinya dalam pencalonan sebagai Bupati Probolinggo. Salah satu hal yang mendapat sorotan khusus dari Gus Haris adalah masalah kepemimpinan pemerintahan pada masa lalu yang cenderung otoriter. Gus Haris menilai bahwa banyak Aparatur Sipil Negara (ASN), khususnya tenaga pendidik, yang menjadi korban ketidakadilan akibat kebijakan-kebijakan yang diterapkan bupati pada masa lalu
Dalam kesempatan itu, Gus Haris menegaskan komitmennya untuk menciptakan pemerintahan yang lebih terbuka, adil, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat, terutama dalam memperbaiki kondisi para ASN dan tenaga pendidik yang selama ini merasa terpinggirkan atau dirugikan. Hal ini menjadi salah satu fokus utama dalam visi misi Gus Haris-Lora Fahmi untuk mewujudkan pemerintahan yang lebih baik di Kabupaten Probolinggo.
“Apabila saya ditakdirkan menjalankan amanah sebagai Bupati, maka saya pastikan tidak ada lagi para ASN dan Guru yang menjadi korban mutasi yang tidak jelas,” ujar Gus Haris di hadapan para pendukungnya. Gus Haris menegaskan bahwa selama ini banyak ASN dan tenaga pendidik yang dipindahkan ke tempat yang jauh dari rumah mereka tanpa alasan yang jelas, yang sebenarnya lebih dipengaruhi oleh ketidakpatuhan atau bahkan kebencian pribadi dari pihak tertentu.
Gus Haris berkomitmen untuk mengubah sistem mutasi yang selama ini dinilai tidak transparan dan sering kali merugikan para ASN dan tenaga pendidik. Ia ingin memastikan bahwa setiap keputusan mutasi atau rotasi dilakukan dengan dasar yang objektif, adil, dan sesuai dengan kebutuhan, bukan berdasarkan faktor pribadi atau kedekatan tertentu. Hal ini merupakan salah satu langkah dalam misi Gus Haris untuk menciptakan pemerintahan yang lebih adil dan humanis bagi seluruh pegawai negeri sipil di Kabupaten Probolinggo.
“ jadi kepala daerah tidak boleh se enaknya me mutasi ASN , ini nantinya harus ada regulasi undang undang yang mengaturnya . “ tambahnya.(bhj)












