BLITAR.Seputarjawatimur.com – Sejak dibukanya event Blitar Djadoel oleh Pemkot Blitar, setiap hari ribuan pengunjung memadati arena stan. Selain warga Kota Blitar, para pengunjung yang datang juga banyak yang luar daerah.
Mereka yang datang, rata-rata ingin bernostalgia sambil menikmati suasana tempo dulu. Selain bangunan stand, beraneka produk tempo dulu juga ikut dipamerkan, seperti pakaian, pernak-pernik, maupun makanan dan minuman jaman dulu.
Salah satu pengunjung, Mey bersama suaminya mengaku, jika dirinya datang ke Blitar Djadoel karena ingin bernostalgia sambil menikmati suasana tempo dulu.
“Senang sekali, karena bisa menikmati suasana sekaligus mencicipi makanan khas tempo dulu,” ujarnya, Selasa (11/06/2024).
Kondisi serupa juga dirasakan oleh para pegiat IKM, UMKM, dan juga para pedagang. Event bazar Blitar Djadoel ini ada nilai tersendiri bagi mereka, lantaran banyak produk UMKM, maupun jajanan yang disajikan para pedagang banyak yang terjual.
Gilang salah satu penjual minuman berupa es teh jadul mengaku, selama dibukanya Blitar Djadoel ini setiap harinya dirinya bisa meraup omzet Rp2 juta hingga Rp3 juta rupiah.
“Alhamdulillah sangat ramai. Omzet setiap hari rata-rata bisa tembus Rp2 juta hingga Rp3 juta. Jika dibanding hari-hari biasa, per harinya hanya mampu sekitar Rp500 ribu saja” turur Gilang.
Gilang juga berharap, event seperti ini akan sering digelar. Karena sangat membantu mendongkrak omzet para pedagang.
“Kami berharap, Pemkot Blitar akan sering menggelar event serupa. Selain rame, juga bisa mendongkrak omzet para pedagang,” pungkasnya.
Hal senada juga disampaikan pedagang onde-onde. Dalam Blitar Djadoel ini, dia bisa meraup omset Rp3 juta hingga Rp4 juta per harinya.
Bahkan pengrajin Batik Tutur dari Kelurahan Jati Kecamatan Sukorejo Kota Blitar, Nicky mengaku, jika batiknya diborong oleh pengusaha atau pegiat pariwisata di Kabupaten Blitar.
“Alhamdulillah batik Tutur kami kemarin juga diborong untuk acara budaya manten Kopi di Perkebunan Karangananyar,”jelasnya.(sk)












