Pasuruan, seputarjawatimur.com – Hujan deras yang mengguyur Desa Wonosari, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan, pada Selasa (30/9) sore, mengakibatkan bahu jalan kabupaten ambles sepanjang puluhan meter. Kondisi ini memicu kekhawatiran warga, terutama karena jalur tersebut menjadi akses penting untuk kegiatan ekonomi sehari-hari.
Kejadian amblesnya jalan awalnya tidak diketahui warga. Saat hujan deras turun, masyarakat memilih bertahan di rumah. Kondisi baru disadari setelah hujan reda, ketika sebuah kios penjual makanan terlihat miring dan tanah di bawahnya berlubang cukup besar.
“Warga tahu setelah hujan berhenti. Ada kios penjual snack miring, ternyata tanah di bawahnya sudah berlubang besar,” tutur Nur, warga sekitar, Rabu (1/10).
Hal senada disampaikan Istini, warga lainnya. Ia menjelaskan, untuk sementara akses jalan ditutup satu jalur agar kendaraan tidak memicu ambrolnya bagian jalan yang masih tersisa. “Sekarang mobil harus gantian kalau lewat, soalnya sebelah sudah jurang. Kalau dipaksa bisa makin parah,” ujarnya.
Pemerintah Desa Wonosari bersama warga telah melakukan upaya darurat dengan menutup bagian jalan yang ambles menggunakan terpal, guna mencegah kerusakan meluas akibat hujan susulan.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariadi, membenarkan pihaknya telah menurunkan tim ke lokasi untuk melakukan assessment. “Petugas sudah turun dan berkoordinasi dengan dinas terkait agar ada langkah cepat dalam penanganan,” tegasnya.
Hingga saat ini, kondisi jalan masih dalam pengawasan ketat. Warga berharap perbaikan segera dilakukan, mengingat jalur tersebut merupakan akses vital untuk distribusi hasil pertanian serta aktivitas perekonomian sehari-hari.(nik)












