Giliketapang. Seputarjawatimur.com Seorang penumpang kapal Motor Penumpang (KMP) Citra Mandala Sakti nekat menceburkan diri ke laut saat kapal sedang berlayar dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, menuju Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana. Korban yang melakukan tindakan tersebut adalah Wayan In, seorang perempuan berusia 52 tahun, warga Dusun Krajan, Desa Lojejer, Kecamatan Wuluhan, Jember, Jawa Timur.
Peristiwa ini terjadi setelah beberapa penumpang melihat korban yang mengenakan baju kaos navy dan hijab merah hendak melompat ke laut. Meskipun sudah diperingatkan, korban tetap melompat ke laut, membuat suasana heboh di kapal. Penumpang segera melaporkan kejadian ini kepada petugas kapal, dan setelah kapal sandar di Dermaga MB III Pelabuhan ASDP Gilimanuk sekitar pukul 07.25 Wita, pihak berwenang melakukan penanganan lebih lanjut.
Setelah diselidiki, ternyata korban adalah penumpang mobil travel Kijang Innova nopol P 1494 KO, yang dikemudikan oleh Sugeng Eko Wahyudi, 44, warga Desa Wonosari, Kecamatan Puger, Jember.
Menerima laporan kejadian tersebut, Tim SAR Jembrana bersama petugas Pos TNI AL (Posal) Gilimanuk dan Polairud Polres Jembrana segera bergerak cepat melakukan pencarian korban yang menceburkan diri ke laut. Pencarian dilakukan dengan menggunakan kapal RHIB Basarnas. Selain itu, kejadian ini juga dikoordinasikan dengan pihak SAR Banyuwangi, Jawa Timur, yang turut serta dalam pencarian tersebut. Tim gabungan ini berusaha menemukan korban yang terjatuh ke laut di perairan antara Pelabuhan Ketapang dan Gilimanuk.
“Tim SAR gabungan tiba di lokasi sekitar pukul 14.00 Wita dan langsung mengevakuasi jenazah ke Dermaga Teluk Waterbee Gilimanuk. Setelah itu, jenazah dibawa ke Puskesmas Gilimanuk untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Penanganan kasus ini selanjutnya diserahkan kepada pihak kepolisian,” ungkap Dewa Hendri.
Kapolres Jembrana AKBP Endang Tri Purwanto mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan dari Tim Inafis Polres Jembrana dan dokter Puskesmas Gilimanuk, tidak ditemukan tanda kekerasan pada tubuh korban. Saat ditemukan, korban dipastikan sudah meninggal dunia dengan kondisi telinga dan hidung mengeluarkan darah. “Tidak ada tanda-tanda kekerasan. Penyebab meninggalnya disimpulkan murni karena tenggelam,” tnadas.
Saat ini, pihak kepolisian masih menyelidiki lebih lanjut mengenai motif di balik tindakan korban yang menceburkan diri ke laut. Penyidikan dilakukan untuk memastikan penyebab pasti dari aksi bunuh diri tersebut, meskipun sementara ini diduga terkait dengan depresi akibat tekanan psikologis yang dialami korban. Pihak kepolisian terus menggali informasi dari saksi-saksi dan keluarga korban untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas tentang latar belakang kejadian ini.(gus)












