Pasuruan, Seputarjawatimur.com – Penyakit Tuberkolosis (TBC) saat menjadi perhatian serius di kalangan masyarakat pendamping kesehatan, dengan semakin bertambahnya setiap hari penderita TBC.
Hal ini disampaikan saat kegiatan upaya kolaborasi penanganan TBC di Kabupaten Pasuruan, pada Senin (18/12/2023) siang di hotel Ascent Premieree Kota Pasuruan.
Yayasan Bhanu Yasa Sejahtera (Yabhysa) salah satu yayasan yang aktif dalam pendampingan dalam kasus TBC di Kabupaten Pasuruan, mengingat penderita TBC setiap tahunnya meningkat.
Dzulfikri Safrian selaku ketua Yabhysa Kabupaten Pasuruan mengatakan, kasus TBC di Kabupaten Pasuruan sudah menjadi isu yang perlu diperhatikan, maka semua kelompok ataupun Pemerintah ikut serta dalam penanganannya
“Kota tidak bisa kerja sendiri dalam menangani kasu TBC di Kabupaten Pasuruan, maka semua elemen masyarakat harus ikut serta dalam penanganannya serta kolaborasi,” kata Safri sapaan akrabnya.
Safri juga menyampaikan masih banyak masyarakat di desa tidak mengetahui TBC penyakit apa, masyarakat mengklaim penyakit keturunan sehingga kian hari penderita bertambah dari penularan bakteri.
Diketahui Yabhysa saat melakukan suspek dari 6.620 yang diduga terinfeksi ditemukan sebanyak 810 yang positif TBC di tahun 2022, sedangkan di tahun 2023 penderita TBC naik menjadi 1.357 penderita.
Dengan tingginya penderita TBC di Kabupaten Pasuruan Yayasan Bhanu Yasa Sejahtera mengajak semua elemen masyarakat dan Pemerintah Daerah ikut menanggulangi penyakit TBC yang kian tahun meningkat di lingkungan masyarakat.(nik)












