PROBOLINGGO.seputarjawatomur.com — Suasana penuh semangat dan kebersamaan menyelimuti perayaan Hari Jadi Kabupaten Probolinggo (Harjakapro) ke-279 yang dibalut dengan semangat Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2025.
Ribuan warga memadati jalanan untuk menyaksikan arak-arakan gunungan hasil bumi dalam ruwatan agung dan sedekah bumi yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikdaya) setempat.
Tumpukan sayur mayur, buah segar, dan makanan tradisional disusun menyerupai gunung dan diarak keliling daru Alun Alun Kota Kraksaan, menggambarkan rasa syukur masyarakat atas limpahan hasil bumi.
Acara ini juga di meriahkan dengan penampilan Tari Banjaran Joyolelono yang mengangkat kisah Kiai Djojolelono, sosok legendaris Bupati pertama Probolinggo.
Momen rebutan isi gunungan menjadi puncak antusiasme warga, yang meyakini simbol-simbol tersebut membawa berkah. Acara dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng oleh Bupati Probolinggo,Gus dr H. Muhammad Haris (Gus Haris), yang kemudian diserahkan kepada perwakilan tokoh lintas agama sebagai lambang toleransi dan kebhinekaan.
“Tradisi ini adalah cermin jati diri kita. Bukan sekadar perayaan, tapi bentuk syukur dan kebersamaan masyarakat Probolinggo,” tutur Gus Haris di tengah acara.
Dalam sambutannya, Gus Haris menegaskan komitmennya untuk menjadikan Kabupaten Probolinggo sebagai pusat budaya dan destinasi wisata unggulan. Salah satu rencananya adalah penataan ulang Alun-alun kota bergaya Malioboro, serta pembangunan ruang-ruang seni sebagai pusat aktivitas kreatif masyarakat.
“Wisata budaya harus hidup, dari pesisir Bentar hingga dinginnya Bermi. Probolinggo harus tampil utuh, menyatukan pesona alam dan kekayaan tradisi,” tegasnya.
Harjakapro ke-279 menjadi lebih dari sekadar peringatan usia. Ia menjadi momentum untuk merawat harmoni, melestarikan budaya, dan membangun masa depan Kabupaten Probolinggo yang lebih inklusif dan berdaya saing.(bhj)












