Rusdi Sutejo Bacabup Partai Gerindra Akan Perbaiki Ibukota Bangil

{"remix_data":[],"remix_entry_point":"challenges","source_tags":["local"],"origin":"unknown","total_draw_time":0,"total_draw_actions":0,"layers_used":0,"brushes_used":0,"photos_added":0,"total_editor_actions":{},"tools_used":{"transform":1},"is_sticker":false,"edited_since_last_sticker_save":true,"containsFTESticker":false}

Pasuruan, Seputarjawatimur.com – Jelang Pilkada Kabupaten Pasuruan dalam pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Rusdi Sutejo bakal calon bupati (Bacabup) dari Partai Gerindra terus melakukan safari politik ke berbagai kalangan masyarakat.

Kali ini Bacabup Rusdi Sutejo menggelar silahturahmi dengan tokoh masyarakat dan Kyai di wilayah Kecamatan Bangil, pada Minggu (14/7) malam di sebuah halaman di Kelurahan Pogar, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan.

Dalam pertemuan ini berbagai pertanyaan dilontarkan kepada Bacabup Rusdi Sutejo, oleh Rubaih salah satu tokoh masyarakat terkait program dan masalah yang ada di Kabupaten Pasuruan terutama tata kota Ibukota yang semrawut

“Kita bangga punya calon bupati asal Bangil, tapi apa program yang akan dibawah untuk memajukan Kota Bangil, terutama pada penataan alun-alun,”

Menanggapi pertanyaan yang muncul pada pertemuan ini, Bacabup Rusdi Sutejo membeberkan beberapa program yang dibawahnya terutama program dari pusat akan dana abadi pesantren untuk memajukan pendidikan pesantren dan meningkatkan program pendidikan madrasah.

“Dari Presiden terpilih ada dana abadi pesantren yang bisa direalisasikan kepada pondok pesantren yang ada, terutama pada pendidikan madrasah,” kata Rusdi.

Rusdi menambahkan untuk wajah Ibukota Kabupaten Pasuruan yaitu alun-alun Bangil tahun ini ada anggaran untuk mempercantik, namun anggaran Rp 800 juta tersebut tidak cukup untuk menata dan mempercantik sebagai wajah Ibukota.

Mas Rusdi sapaan akrabnya yang saat ini duduk sebagai Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, akan mengupayakan melalui usulannya untuk dapatkan anggaran pembangunan lebih besar agar kebutuhan infrastruktur alun-alun Bangil terpenuhi, terutama penataan pedagang yang menjadi perputaran ekonomi.

“Kita upayakan ada anggaran lagi dari pemerintah untuk pembangunan infrastruktur alun-alun Bangil, terutama infrastruktur pendukung dan penataan pedagang yang ada,” Ungkap Mas Rusdi.

Menyinggung kondisi jalan raya Bangil yang masih dilintasi kendaraan besar, yang sudah seharusnya ada jalur tersendiri dan membuat lalu lintas dalam kota aman, dirinya akan melakukan kajian nantinya untuk Jalur Lingkar Selatan (JLS) atau Jalur Lingkar Utara (JLU) namun tidak sedikit untuk biaya yang dikeluarkan nantinya bisa mencapai Rp 500 milyar.

“Kalau ingin Bangil aman dari kendaraan besar yang tidak seharusnya melintas Ibukota, harus ada JLS atau JLU yang dibangun,” tutup Rusdi.(nik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *