Bondowoso.Seputarjawatimur.com.Upaya pemerintah dalam menurunkan angka stunting di Bondowoso pemkab melalui Dinas Sosial P3AKB terus melakukan terobosan strategis. Walaupun tidak bisa mengurangi secara signifikan, minimal target tercapai.
Untuk menurunkan angka stunting di Bondowoso, Pemkab melalui Dinas Sosial P3AKB terus melakukan upaya. Walaupun tidak bisa mengurangi secara signifikan, minimal target tercapai.
Hal itu dilakukan, karena pada bulan Desember tahun 2023 ini merupakan batas finish penyelesaian seluruh program Pemkab Bondowoso, termasuk program penurunan angka stunting di Bumi Ki Ronggo ini.
Dalam sepekan terakhir ini, Dinas Sosial P3AKB bersama TPPS Kabupaten (Tim Percepatan Penurunan Stunting) bergerilya ke sejumlah kecamatan, utamanya kecamatan yang jumlah anak stuntingnya terhitung banyak untuk melakukan Monitoring dan Evaluasi atau Monev.
Pada bulan Desember tahun 2023 ini merupakan batas finish penyelesaian seluruh program Pemkab Bondowoso, termasuk program penurunan angka stunting di Bumi Ki Ronggo ini.
Tim tersebut adalah Asisten, Staf Ahli dan OPD terkait BP4D atau Badan Perencanaan Pembangunan, dan Penelitian Daerah Dinkes, Diskominfo, dan Dinsos P3AKB. Sedang Tim Kecamatan terdiri dari Muspika, Puskesmas, KUA dan Ormas.
Menurut Kepala Dinas Sosial PAKB,Bondowoso Anisatul Hamidah, Msi saat dikonfirmasi, selasa 12/12/2023 mengatakan, Monev yang dilakukan oleh Dinsos P3AKB terhadap Desa dalam memetakan angka Stunting, tidak hanya serta melihat jumlah banyaknya anak stunting, akan tetapi tim penilai juga menghitung jumlah Balita yang ada di Desa tersebut.
Dalam melakukan data analis, pihaknya menghitung jumlah balita, calon pengantin, anak gizi buruk, dan beberapa indikator lainnya. Sehingga hasilnya maksimal untuk menyusun program tahun berikutnya.( Edo)












