Pemkot Kediri Gencarkan Sosialisasi ODOL Menuju Target Zero ODOL 2025

KEDIRI.seputarjawatimur.com — Dalam rangka mendukung program nasional Zero Over Dimension Over Loading (ODOL) 2025, Pemerintah Kota Kediri melalui Dinas Perhubungan terus menggencarkan pengawasan terhadap angkutan barang bermuatan berlebih dan berdimensi tidak sesuai ketentuan. Rabu (11/6), Dishub Kota Kediri bersama tim gabungan dari Polres Kediri Kota, Jasa Raharja, dan UPT Terminal Tamanan melakukan sosialisasi langsung ke sejumlah perusahaan angkutan barang.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Kediri, Didik Catur, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari arahan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan. “Untuk hari ini masih dalam tahap sosialisasi. Selain menyampaikan informasi, kami juga melakukan pengecekan langsung terhadap kendaraan angkutan barang untuk melihat apakah ada pelanggaran ODOL,” ujarnya.

Sosialisasi ini, lanjut Didik, akan berlangsung selama 30 hari ke depan. Setelah masa tersebut, perusahaan angkutan barang diberikan waktu satu bulan untuk melakukan penyesuaian terhadap kendaraan yang masih melanggar. “Setelah bulan Juni, kami bersama tim gabungan akan mulai melakukan pemeriksaan di lapangan, termasuk memeriksa dokumen seperti KIR dan surat angkutan lainnya,” tegasnya.

Kasat Lantas Polres Kediri Kota, AKP Affandy Dwi Takdir, menyatakan bahwa pihak kepolisian akan mengedepankan pendekatan persuasif selama masa sosialisasi. “Kami akan menyampaikan himbauan langsung kepada pengemudi dan pemilik usaha angkutan barang. Pada tahap awal di bulan Juni ini, kami beri toleransi untuk melakukan perubahan bentuk kendaraan ke kondisi aslinya,” jelasnya.

Tahapan penindakan akan dimulai pada 1–13 Juli dalam bentuk peringatan, sedangkan pada 14–31 Juli, tindakan tegas berupa tilang akan diberlakukan. “Kendaraan yang masih melanggar akan diamankan dan diminta untuk dikembalikan ke bentuk semula,” tambah AKP Affandy.

Ia juga mengungkapkan bahwa beberapa kecelakaan lalu lintas yang tercatat di wilayah Kediri Kota melibatkan kendaraan ODOL. Oleh karena itu, ia menghimbau para pengemudi untuk tidak mengabaikan keselamatan di jalan. “ODOL sangat berisiko bagi keselamatan pengemudi sendiri dan pengguna jalan lainnya. Mari kita jaga keselamatan bersama,” pesannya.

Sementara itu, Erik Sutanto, pemilik usaha jasa angkutan barang, menyambut baik sosialisasi yang dilakukan. Ia menilai kegiatan ini penting untuk mengurangi risiko kecelakaan serta kerusakan jalan akibat kendaraan bermuatan berlebih. “Saya sangat mendukung sosialisasi ini. Kendaraan dengan muatan dan dimensi tidak sesuai bisa menyebabkan kecelakaan fatal dan mempercepat kerusakan jalan. Saya berharap kegiatan seperti ini dilakukan secara rutin,” pungkasnya.(tar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *