Pelantikan PCI ISNU Airlangga: Penguatan Peran Intelektual NU di Era Modern

Surabaya, seputarjawatimur.con –Pengurus Cabang Istimewa Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PCI ISNU) Airlangga resmi dilantik di Gedung Monumen Resolusi Jihad, Kantor PCNU Kota Surabaya, Sabtu (13/9). Acara pelantikan ini sekaligus menjadi momentum strategis bagi ISNU untuk mempertegas perannya sebagai pelanjut perjuangan para pendiri NU dalam menjawab tantangan zaman.

Dalam sambutannya, Wakil Ketua Umum PP ISNU, Prof. Dr. M. Mas’ud Said, menegaskan bahwa para pendiri NU adalah sosok cendekiawan dan intelektual yang lahir dari pesantren, yang memiliki kepekaan tinggi terhadap persoalan umat dan masyarakat.

“Kita yang hadir dan dilantik hari ini sebagai pengurus PCI ISNU Airlangga adalah pelanjut perjuangan beliau-beliau itu,” tegas Prof. Mas’ud Said, yang juga menjabat sebagai Direktur Pascasarjana Universitas Islam Malang (Unisma).

Kepengurusan Diperkuat Tokoh Intelektual

Pelantikan tersebut menetapkan Dr. Abdulloh Machin sebagai Ketua PCI ISNU Airlangga dan Dr. Fatin Fadhillah Nasib sebagai sekretaris. Sejumlah akademisi dan cendekiawan juga turut memperkuat jajaran kepengurusan, di antaranya Dr. Listiyono Santoso, Prof. Dr. Imron Mawardi, dan tokoh lainnya.

Turut hadir dalam acara pelantikan, Plt Ketua PW ISNU Jawa Timur Prof. Dr. KH M. Afif Hasbullah, Sekretaris PW ISNU Jatim Muhammad Dawud, Ketua Lesbumi PWNU Jatim Riadi Ngasiran, serta Wakil Ketua PCNU Kota Surabaya Dr. Abdul Qodir.

Dalam arahannya, Prof. Mas’ud Said mengingatkan pentingnya peran badan otonom NU, khususnya ISNU, untuk bekerja lebih keras di tengah arus perubahan sosial, budaya, dan teknologi.

“Banom NU yang terdiri dari orang-orang terdidik harus mampu menggerakkan organisasi dalam konteks dakwah digital dan kehidupan masyarakat urban,” ujar Mas’ud.

Peta Jalan NU Abad Kedua

Lebih lanjut, Prof. Mas’ud memaparkan bahwa dirinya turut menjadi kontributor utama buku “Peta Jalan NU Menuju Satu Abad”, yang telah diterbitkan menjelang 100 tahun NU. Dalam buku itu, terdapat delapan program strategis, empat di antaranya mendapat penekanan khusus:

  1. Penguatan manhaj Ahlussunnah wal Jamaah dan proliferasi ajaran Aswaja di luar komunitas NU.
  2. Penguatan kaderisasi yang berjenjang dan terpadu.
  3. Penguatan jam’iyah secara sektoral dan kewilayahan.
  4. Digitalisasi dan penguatan teknologi informasi dalam organisasi.

Gus Afif: NU Kini Hadir dengan Identitas Jelas

Sementara itu, Prof. KH M. Afif Hasbullah atau akrab disapa Gus Afif, mengingatkan bahwa warga NU hari ini telah berkembang dan berperan signifikan di berbagai lini masyarakat.

“Tidak lagi seperti masa Orde Baru. Kini warga NU harus hadir dengan identitas yang jelas dan kontribusi nyata,” ujarnya menyambut hadirnya PCI ISNU Airlangga.

Sebagai penutup rangkaian acara, digelar Rapat Kerja PCI ISNU Airlangga serta Stadium General yang disampaikan oleh Prof. Muhammad Amin Alamsyah, Wakil Rektor Universitas Airlangga (Unair) Surabaya..(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *