Kediri.seputarjawatimur.com – Dalam persiapan pemilihan wali kota (pilwali) di Kediri, KPU Kota Kediri menerima sebanyak 229.989 surat suara. Dari jumlah tersebut, akan dilakukan proses sortir dan pelipatan sesuai dengan Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang berjumlah 222.265, ditambah cadangan sebesar 2,5%. Hal ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan surat suara yang cukup dan meminimalisir kekurangan saat hari pemungutan suara
Reza Cristian, Ketua KPU Kota Kediri, menggatakan bahwa proses pelipatan surat suara untuk pilwali akan dimulai hari ini, Selasa, 29 Oktober 2024, dan ditargetkan selesai dalam waktu empat hari. Dalam pelaksanaan proses ini, KPU melibatkan sekitar 76 orang, termasuk penyandang difabel, yang akan bekerja di Gudang Logistik KPU Kota Kediri. Keterlibatan kaum difabel menunjukkan komitmen KPU untuk inklusivitas dalam semua tahapan pemilu, Selasa (29/10/1024)
“Pekerja ada 76 orang yg terdiri dari 66 orang warga sekitar dan 10 orang warga difabel, diharapkan selama 2 hari sortir lipat surat suara pilwali bisa selesai, kemudian di tanggal 2 kita rencanakan untuk pemilihan gubernur kami harapkan semua selesai dalam empat hari,”terang Reza
Reza menegaskan, para pekerja mendapat imbalan 150 rupiah perlembar dari surat suara pilwali, karena mudah hanya dua kali pelipatan, sedangkan untuk pilgub dapat 200 rupiah perlembar, karena ada tiga pelipatan.
“Untuk surat suara PSU 2000 lembar disimpan dan akan dimusnahkan jika tidak ada Pemungutan Suara Ulang (PSU) setelah pilkada 2024 selesai,”pungkasnya. Sekedar diketahui Pilkada Serentak ini akan digelar pada 27 November 2024 untuk di Kota Kediri ada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawatimur serta Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Kediri untuk masa bakti 2024-2029 mendatang.Dan penyelenggaraan Pilkada Serentak 27 November ini bisa berjalan lancar.(Tar)












