Bsnyuwangi.seputarjawatimur.com-Terompet , menjadi salah satu ciri khas menjelang perayaan pergantiana tahun baru. Alat tiup yang satu ini biasanya di gunakan ketika memasuki detik detik pergantian tahun, tepatnya pukul 00 wib.
Namun, sejak pandemi Covid 19 melanda tanah air, pesta terompet nyaris tiada , karena pemerintah melarang masyarakat merayakan pergantian tahun baru di tempat keramaian. Akibatnya penjualan terompet mengalami penurunan secara drastis.
Salah satu pembuat terompet Robit Warga Desa Jajag Kecamatan Gambiran Kabupaten Banyuwangi yang sudah menggeluti 7 tahun pembuatan dan penjualan terompet menuturkan, setelah pandemi covid 19 penjualan terompet hanya ramai 2 hari menjelang tahun baru saja.
Ini berbanding terbalik sebelum pandem. Dimana penjualan sudah ludes sejak satu bulan sebelum pandemi.
“Sebelum pandemi saya mampu membuat dan menjual kurang lebih dari seratus terompet saja, namun saat ini meski kondisi pandemi sudah nomal kembali, daya beli masyarakat tetap menurun”ujarnya.
Terompet buatan Roby ada beberapa jenis, mulai dari terompet jenis naga,hingga terompet pororo yang kini lagi diminati pembeli. meski d jual dengan harga relatif murah, namun pembeli tetap menurun. ( gus)












