PROBOLINGGO.seputarjawatimur.com –, Kabar mengenai penjualan foto Bupati dan Wakil Bupati terpilih Kabupaten Probolinggo, Muhammad Haris dan Fahmi AHZ, kepada kepala desa telah menghebohkan publik di daerah . Isu ini menjadi perbincangan hangat di grup WhatsApp dan semakin tersebar melalui beredarnya pesan suara (voice note) yang mencatut nama salah satu relawan bernama Abdullah Irawan, yang merupakan warga Tamansari, Kecamatan Kraksaan.
Dalam voice note yang beredar, terdengar percakapan antara seseorang dengan kepala desa yang diduga menawarkan foto Bupati dan Wakil Bupati terpilih Kabupaten Probolinggo, Muhammad Haris dan Fahmi AHZ. Percakapan tersebut mengungkapkan bahwa foto tersebut dijual, dengan informasi menyebutkan bahwa harga untuk foto tanpa bingkai mencapai Rp 50 ribu.
Abdullah Irawan, yang namanya disebut dalam peredaran voice note, membantah keras tuduhan yang beredar. Ia memberikan klarifikasi bahwa meskipun beberapa kepala desa memang sempat menghubunginya untuk meminta foto Bupati dan Wakil Bupati terpilih Kabupaten Probolinggo, Muhammad Haris dan Fahmi AHZ, ia tidak terlibat dalam penjualan foto tersebut seperti yang dipersangkakan.
Menurut Abdullah, dirinya hanya dimintai bantuan oleh beberapa kepala desa untuk memperoleh foto tersebut, tanpa adanya transaksi jual beli. Ia juga menegaskan bahwa dirinya tidak pernah menawarkan atau menjual foto-foto tersebut dengan harga yang disebutkan dalam voice note yang beredar. Abdullah pun menambahkan bahwa ia merasa dirugikan atas penyebaran informasi yang mencatut namanya dan meminta agar hal ini segera diklarifikasi untuk menghindari kesalahpahaman lebih lanjut.
“Saya tidak pernah menjual foto tersebut. Memang ada beberapa kepala desa yang meminta foto setelah melihat postingan saya di WhatsApp. Namun, saya sudah menjelaskan bahwa itu bukan foto resmi. Foto tersebut hanya untuk koleksi pribadi dan tidak akan dipajang di ruang-ruang resmi,” ujar Abdullah, Jumat (14/12).
Abdullah Irawan menambahkan bahwa foto-foto Bupati dan Wakil Bupati terpilih Kabupaten Probolinggo, Muhammad Haris dan Fahmi AHZ, awalnya dicetak untuk kebutuhan para relawan. “Saya mencetak foto itu dalam jumlah banyak untuk dibagikan ke relawan,” ujarnya.
Namun, ia merasa dirugikan oleh tuduhan yang beredar, karena hingga saat ini, belum ada kepala desa yang menerima foto tersebut darinya. Abdullah menegaskan bahwa tidak ada niat atau transaksi jual beli terkait foto tersebut.
Menanggapi isu ini, Ketua Tim Pemenangan Muhammad Haris dan Fahmi AHZ, Habib Mahdi, juga memberikan klarifikasi. Ia menegaskan bahwa tidak ada instruksi dari pihak tim pemenangan atau calon terkait penjualan foto tersebut.
Dengan adanya klarifikasi dari Abdullah Irawan dan Ketua Tim Pemenangan, diharapkan masyarakat dapat memahami situasi yang sebenarnya dan tidak terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi. Pihak berwenang diharapkan segera menyelidiki lebih lanjut untuk memastikan tidak ada penyebaran informasi palsu yang merugikan pihak-pihak terkait.
“Gus Haris dan Lora Fahmi saat ini masih calon bupati dan wakil bupati terpilih. Status mereka akan resmi setelah dilantik. Foto resmi nanti akan dikeluarkan oleh pemerintah daerah melalui Kominfo. Jadi, penjualan foto seperti ini tidak sesuai dan bukan dari kami,” ungkap Habib Mahdi.
Habib Mahdi, Ketua Tim Pemenangan Muhammad Haris dan Fahmi AHZ, juga mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya dengan informasi yang beredar tanpa verifikasi. Ia mengingatkan pentingnya untuk selalu memeriksa kebenaran informasi sebelum menyebarkannya.
“Kami meminta masyarakat untuk berhati-hati terhadap isu yang bisa merugikan pihak tertentu,” tutupnya.(bhj)












