Pasuruan.seputarjawatimur.com – HR Club, organisasi yang terdiri dari gabungan HRD perusahaan – perusahaan di Kabupaten Pasuruan menggelar rapat kerja di Ballroom Hotel Finna Golf, Prigen Kabupaten Pasuruan.
Rapat kerja ini dihadiri semua anggota HR Club dan tamu undangan perwakilan dari Pemerintah Daerah Pasuruan antara lain Kepala DLH Taufiqul Ghony, Kepala DPMPTSP Syaifuddin Ahmad, ada juga perwakilan dari para pegiat atau aktifis dan jurnalis di Kabupaten Pasuruan.
Ketua HR Club Kabupaten Pasuruan Wahyu Budi Priyanto mengatakan, rapat kerja kali ini memang sengaja mengundang banyak pihak, untuk merumuskan kerja HR Club ke depan dibutuhkan masukan dari beberapa pihak, maka banyak pihak diundang duduk bersama.
“Muaranya satu, kami ingin bagaimana ke depan, Kabupaten Pasuruan tetap menjadi jujukan atau tujuan akhir investor untuk investasi,” kata Wahyu, Senin (24/2).
Menurut Wahyu, sapaanya, daya tarik Kabupaten Pasuruan sebagai tempat investasi dimata investor ini sedikit menurun karena beberapa faktor, bisa juga UMK di Kabupaten Pasuruan juga tinggi dan faktor – faktor lain yang diduga menjadi pemicu investor tidak lagi melirik Pasuruan.
“Mungkin karena posisi Kabupaten Pasuruan tidak lagi strategis, karena Kabupaten atau Kota di sekitar Pasuruan juga dilewati jalan tol, kita tetap investor melirik Pasuruan sebagai investasi,” lanjutnya.
Wahyu menilai, persoalan – persoalan itu bisa dicarikan jalan tengah atau solusi sehingga investor tetap percaya dan mau berinvestasi di Pasuruan.
“Investasi di Pasuruan memang sangat dibutuhkan, ini berkaitan dengan nasib Pasuruan ke depan. Maka, langkah – langkah strategis harus segera dimulai sekarang,” tegasnya.
Kepala DPMPTSP Syaifuddin Ahmad menyebut, keberadaan HR Club ini sangat strategis. Dia sepakat, investasi ini bukan hanya tugas pemerintah daerah saja, tapi juga ada peran – peran dari stakeholder terkait seperti HR Club ini. Jadi, tugas HR Club ini adalah komunikasi pelaku usaha dengan jajaran stakeholder di sekitarnya.
“Untuk menjaga Pasuruan tetap dicintai investor, sinergitas dan kolaborasi harus dilakukan. Karena itu cara strategis untuk menarik investor datang ke Pasuruan,” urainya.
Ifud, sapaan akrabnya juga sepakat perlu ada lompatan strategi agar Pasuruan tidak ditinggal para investor karena beberapa kelemahan.
Kelemahan Pasuruan di mata investor harus segera ditutup celah itu harus segera ditambal, agar investor tetap merasa Pasuruan tempat yang nyaman untuk investasi.
“Pasuruan nomor 3 di Jawa Timur sebagai Kabupaten yang nilai investasinya tinggi sekitar Rp 12 Triliun, dan ini harus dijaga, kalau bisa ditambah,” tutupnya.(nik)












