Gugur dalam Insiden Pesawat, Marsma TNI Fajar Adriyanto Dimakamkan di Kampung Halaman

Probolinggo.seputarjawatimur.com – Suasana duka menyelimuti pemakaman Marsekal Pertama (Marsma) TNI Fajar Adriyanto yang berlangsung di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Jalan Begawan Solo, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo, Senin (4/8/2025) pagi. Isak tangis keluarga dan kerabat mengiringi prosesi pemakaman perwira TNI Angkatan Udara tersebut, yang meninggal dunia di usia 56 tahun.

Prosesi pemakaman dimulai sekitar pukul 10.45 WIB, dihadiri oleh keluarga besar, kerabat, serta sejumlah anggota TNI yang memberikan penghormatan terakhir. Marsma Fajar meninggalkan seorang istri dan dua orang anak. Puluhan pelayat yang hadir tampak tak kuasa menahan air mata saat jenazah almarhum dibawa ke tempat peristirahatan terakhirnya.

“Dia kami kenal humoris. Terakhir kami bertemu pada Mei lalu, setelah itu hanya sempat berbincang lewat telepon,” ungkap Suwarjono, paman almarhum, saat ditemui usai pemakaman.

Bagi keluarga, sosok Marsma Fajar dikenal sebagai figur yang dituakan dan menjadi perekat hubungan keluarga. Suwarjono menyebut, Probolinggo merupakan kampung halaman dari ayah kandung almarhum, sehingga pemakaman dilangsungkan di kota ini.

“Probolinggo ini adalah kampung halaman dari ayah kandung almarhum,” imbuhnya.

Sejak pagi, rumah duka dipadati oleh para pelayat yang datang silih berganti. Sementara itu, sejumlah prajurit TNI tampak menggotong peti jenazah almarhum menuju area pemakaman sebagai bentuk penghormatan militer terakhir.

Marsma TNI Fajar Adriyanto menjadi salah satu korban dalam insiden jatuhnya pesawat latih sipil di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Astana, Ciampea, Kabupaten Bogor, Minggu (3/8/2025) pagi sekitar pukul 09.19 WIB. Usai kejadian, almarhum sempat dilarikan ke RSAU dr. Hasan Toto, Kabupaten Bogor, namun dinyatakan meninggal dunia.

Jenazah Marsma Fajar kemudian dipulangkan ke Probolinggo untuk dimakamkan di tanah kelahiran keluarganya. Kepergian Marsma Fajar meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga, namun juga bagi institusi TNI Angkatan Udara yang kehilangan sosok perwira (bhj)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *