Dua Tokoh Blockchain Dunia Bidik Unzah Genggong. Ini Tujuannya

Probolinggo.Seputarjawatimur.com – Universitas Islam Zainul Hasan (UNZAH) terus memperkuat perannya sebagai pelopor dalam dunia pendidikan digital dengan menggelar seminar internasional bertajuk “Empowering the Future: Blockchain Innovations for Global Transformation” di Ruang Aula Auditorium KH. Moh. Hasan Genggong pada Sabtu, 21 September 2024.

Acara ini menghadirkan para ahli blockchain kelas dunia untuk membahas bagaimana teknologi blockchain dapat membawa perubahan signifikan dalam berbagai sektor, termasuk industri, bisnis, dan kehidupan sehari-hari.

Seminar tersebut menampilkan tiga pembicara ternama: Khalifa AlJaziri AlShehhi, Co-Founder Dubai Blockchain Center; Zaidoun Alowbydi, CEO Sphynx Labs Limited dari New Zealand; serta Agustino Wibisono, CTO Sharia Digital Technologies FZ LLC dari Dubai. Ketiganya berbagi pandangan mendalam mengenai masa depan blockchain dan potensi inovasi yang ditawarkannya.

Khalifa AlJaziri AlShehhi menekankan pentingnya blockchain sebagai fondasi baru dalam lanskap teknologi dunia.

“Blockchain bukan sekadar teknologi, tetapi juga cara untuk mengubah paradigma terkait transparansi, keamanan, dan efisiensi dalam bisnis serta kehidupan sehari-hari. Dengan adopsi blockchain yang tepat, kita dapat menciptakan dunia yang lebih adil dan terbuka,” ungkap Khalifa AlJaziri AlShehhi.

Ia menyatakan bahwa Unzah telah mengambil langkah penting dengan membawa teknologi blockchain ke ranah akademis.

“Saya sangat mengapresiasi langkah UNZAH dalam menjalin kerja sama strategis untuk pembuatan wallet dan fasilitas blockchain. Seminar ini menunjukkan komitmen Unzah dalam mendukung inovasi dan transformasi digital, yang akan menjadi katalis bagi perubahan besar di masa depan,” lanjutnya.

Zaidoun Alowbydi, mengungkapkan bahwa blockchain memiliki kekuatan untuk mengubah cara kita berinteraksi dengan data dan transaksi global.

“Blockchain mampu menawarkan solusi untuk tantangan modern terkait transparansi, keamanan, dan efisiensi dalam berbagai sektor,” paparnya.

Ia memuji inisiatif Unzah dalam menyelenggarakan seminar yang menggabungkan teori dengan praktik nyata, dan menambahkan bahwa seminar ini akan memberikan pemahaman praktis kepada mahasiswa tentang bagaimana teknologi ini dapat diterapkan di dunia nyata.

Rektor Unzah, Dr. Abdul Aziz Wahab, menyampaikan bahwa seminar ini tidak hanya menjadi langkah besar bagi Unzah dalam memperkuat perannya di bidang inovasi teknologi, tetapi juga memiliki keistimewaan tersendiri pasalnya ini kali ketuju seminar seminar internasional terselenggara.

“Tapi, yang membuat seminar ini lebih spesial dan tercatat oleh sejarah bahwa untuk pertama kalinya di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS), Unzah mampu menghadirkan tokoh-tokoh penting dalam dunia blockchain seperti Khalifa AlJaziri AlShehhi dan Zaidoun Alowbydi. Ini merupakan kebanggaan tersendiri bagi kami, serta bukti bahwa Unzah berada di garis depan dalam membawa teknologi baru ke dunia akademis,” ungkap Rektor.

Beliau juga menekankan bahwa kolaborasi antara akademisi, pemerintah, dan industri sangat penting dalam menciptakan solusi inovatif yang dapat menjawab tantangan global di masa depan.

“Seminar ini adalah bukti nyata bagaimana teknologi dapat menjadi penggerak perubahan yang tidak hanya berdampak pada sektor bisnis tetapi juga di bidang pendidikan, pemerintahan, dan masyarakat secara luas,” tambahnya.

Kunjungan tokoh blockchain dunia Khalifa AlJaziri AlShehhi, Co-Founder Dubai Blockchain Center bersama Agustino Wibisono, CTO Sharia Digital Technologies FZ LLC dari Dubai serta Zaidoun Alowbydi, CEO Sphynx Labs Limited dari New Zealand, ke Unzah telah menginspirasi mahasiswa dan akademisi dalam mengeksplorasi potensi teknologi blockchain.

Dalam seminar internasional yang diadakan, ketiga tokoh tersebut berbagi wawasan mendalam tentang inovasi yang dapat mendorong transformasi digital di berbagai sektor.

Melalui acara ini, Unzah kembali menunjukkan komitmennya untuk menjadi pusat inovasi teknologi digital, sekaligus memperkuat perannya dalam menjawab tantangan dan peluang di era digital.(bhj)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *