Gus Haris Bawa Solidaritas Probolinggo ke NTT

NTT-Seputarjawatimur.com– Batas wilayah tak menjadi penghalang bagi Kabupaten Probolinggo untuk menunjukkan kepedulian. Saat masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) menghadapi dampak gempa bumi, Bupati Probolinggo Muhammad Haris atau Gus Haris hadir langsung membawa bantuan sekaligus menyampaikan pesan persaudaraan dari masyarakat Probolinggo.

Gus Haris menjalankan misi kemanusiaan tersebut bersama Ketua Umum Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) dan sejumlah kepala daerah yang mewakili para bupati dari berbagai daerah di Indonesia.

Misi kemanusiaan itu berlangsung 4 hingga 6 September 2026. Penyaluran bantuan menyasar sejumlah wilayah terdampak. Di antaranya Maumere untuk masyarakat Kabupaten Sikka dan Nagekeo, kemudian Manggarai Barat untuk bantuan bagi masyarakat Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, dan Manggarai.

Menurut Gus Haris, kehadiran para kepala daerah di lokasi bencana merupakan wujud nyata solidaritas antardaerah. Dukungan tidak hanya diberikan dalam bentuk bantuan, tetapi juga melalui kehadiran langsung untuk menguatkan masyarakat dan pemerintah daerah yang tengah menghadapi bencana.

“Ini bagian dari semangat solidaritas antardaerah, untuk hadir dan menyampaikan dukungan kepada masyarakat serta pemerintah daerah yang terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur,” ujar Gus Haris.

Ia menjelaskan, kepedulian masyarakat Kabupaten Probolinggo terhadap korban gempa NTT sebelumnya telah diwujudkan melalui penggalangan donasi. Bantuan tersebut kemudian dititipkan melalui BPBD Provinsi Jawa Timur agar dapat diteruskan kepada masyarakat yang terdampak.

Gus Haris menegaskan, kedatangannya ke NTT bukan semata-mata untuk mengawal proses distribusi bantuan. Ada pesan kemanusiaan yang ingin disampaikan kepada masyarakat terdampak bahwa mereka tidak menghadapi musibah seorang diri.

“Kami datang bukan sekadar mengawal bantuan. Kami membawa salam, doa, dan kepedulian dari masyarakat Kabupaten Probolinggo untuk saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur,” katanya.

Bupati Probolinggo itu menilai bencana menjadi pengingat bahwa persoalan kemanusiaan tidak mengenal batas administratif. Ketika sebuah daerah tertimpa musibah, daerah lain sudah semestinya ikut hadir memberikan dukungan.

“Hari ini mungkin saudara-saudara kita di NTT yang membutuhkan uluran tangan. Esok hari, kita tidak pernah tahu siapa yang membutuhkan pertolongan,” ucapnya.

Karena itu, Gus Haris berharap solidaritas antardaerah terus dipertahankan. Menurutnya, kekuatan Indonesia tidak hanya lahir dari pemerintahan yang kuat, tetapi juga dari kepedulian masyarakat dan daerah untuk saling membantu ketika salah satu wilayah menghadapi kesulitan.

“Karena itu, solidaritas antardaerah harus terus kita jaga. Indonesia menjadi kuat bukan hanya karena pemerintahannya, tetapi karena rakyat dan daerah-daerahnya tidak membiarkan satu sama lain menghadapi kesulitan sendirian,” imbuhnya.

Keterlibatan Kabupaten Probolinggo dalam misi kemanusiaan APKASI tersebut sekaligus menjadi cerminan semangat Probolinggo SAE. Pemkab Probolinggo berupaya hadir memenuhi kebutuhan masyarakat di daerah sendiri, namun tetap membuka kepedulian terhadap saudara sebangsa yang sedang tertimpa musibah.

Bagi Gus Haris, nilai sebuah bantuan bukan semata-mata ditentukan dari jumlah maupun besarnya. Yang jauh lebih penting adalah keberanian untuk hadir dan menunjukkan bahwa masyarakat yang terdampak bencana masih memiliki banyak saudara yang peduli.

“Memang yang kami bawa mungkin tidak seberapa. Tetapi persaudaraan tidak pernah diukur dari besarnya bantuan. Persaudaraan diukur dari kesediaan untuk hadir,” pungkasnya. (Bhj)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *