Mahasiswa Kebidanan Unhasa Genggong Didorong Tingkatkan Deteksi Dini Neuroblastoma pada Anak

Probolinggo .seputarjawatimur.com– Program Studi Sarjana Kebidanan dan Pendidikan Profesi Bidan Universitas Hafshawaty Zainul Hasan Genggong Probolinggo,menggelar kegiatan kuliah pakar bertema Peran Bidan dalam Deteksi Dini Neuroblastoma pada Anak, Minggu (3/5/2026).

Kegiatan ini berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 11.30 WIB di kampus Universitas Hafshawaty Zainul Hasan, Genggong, Kabupaten Probolinggo.

Kuliah pakar ini menghadirkan narasumber Dian Anggraini, SST., M.Kes., M.Phil dari School of Women and Children, University of New South Wales (UNSW) Sydney. Kegiatan tersebut diikuti oleh pimpinan, kaprodi, dosen, serta mahasiswa S1 Kebidanan dan Pendidikan Profesi Bidan dengan jumlah peserta mencapai 420 orang.

Penyelenggaraan kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan peran mahasiswa kebidanan dalam melakukan deteksi dini neuroblastoma pada anak, melalui penguatan pengetahuan dan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan di lapangan. Neuroblastoma sendiri merupakan salah satu jenis kanker yang umum terjadi pada anak dan membutuhkan penanganan cepat melalui deteksi sejak dini.

Dalam pemaparannya, Dian Anggraini menekankan pentingnya peran bidan sebagai tenaga kesehatan lini terdepan dalam mengenali gejala awal neuroblastoma pada anak. Menurutnya, deteksi dini dapat meningkatkan peluang kesembuhan secara signifikan.

“Bidan memiliki posisi strategis karena sering berinteraksi langsung dengan ibu dan anak. Dengan pengetahuan yang tepat, bidan dapat mengenali tanda-tanda awal neuroblastoma seperti benjolan yang tidak biasa, penurunan berat badan, hingga perubahan perilaku anak, sehingga dapat segera dilakukan rujukan,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa peningkatan kapasitas tenaga kesehatan, khususnya bidan, menjadi kunci dalam menekan angka keterlambatan diagnosis kasus kanker pada anak.

“Melalui kegiatan seperti ini, saya berharap mahasiswa kebidanan tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki kepekaan klinis yang kuat. Semakin cepat terdeteksi, maka semakin besar peluang anak untuk mendapatkan penanganan yang optimal,” tambahnya

Selama kegiatan berlangsung, antusiasme peserta terlihat tinggi. Hal ini ditunjukkan dengan banyaknya pertanyaan yang diajukan kepada narasumber terkait materi yang disampaikan. Diskusi interaktif tersebut memperkaya pemahaman peserta mengenai tanda, gejala, serta langkah awal penanganan neuroblastoma.

Panitia menyampaikan bahwa materi yang diangkat dinilai sangat sesuai dengan kebutuhan praktik kebidanan di lapangan saat ini. Diharapkan, melalui kegiatan kuliah pakar ini, mahasiswa kebidanan mampu mengimplementasikan ilmu yang diperoleh untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, khususnya dalam upaya deteksi dini penyakit pada anak.(bhj)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *