Probolinggo.seputarjawatimur.com – Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam (MPAI) Pascasarjana Universitas Islam Zainul Hasan (UNZAH) Genggong kembali menunjukkan komitmennya dalam menguatkan identitas keislaman dan kepemimpinan religius mahasiswa. Melalui kuliah umum bertajuk “Internalisasi Nilai Keislaman dan Kepemimpinan Religius dalam Membentuk Identitas Mahasiswa Magister PAI”, kegiatan ini digelar di Ruang Seminar KH. Hasan Saifourridzall, Gedung Pascasarjana UNZAH, Senin (2/11).
Acara dihadiri mahasiswa, dosen, serta pimpinan pascasarjana, dan dibuka oleh Ketua Program Studi Magister PAI, Dr. Ainur Rofiq Sofa, M.Pd. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa kegiatan kuliah umum merupakan bagian penting dari proses pembentukan identitas intelektual dan spiritual mahasiswa.
“Mahasiswa Magister PAI tidak hanya dituntut unggul dalam akademik, tetapi juga memiliki karakter Islami dan jiwa kepemimpinan yang berlandaskan nilai-nilai pesantren,” ujar Dr. Ainur Rofiq Sofa.
Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber utama. Assoc. Prof. Dr. Basuki, M.Ag., Kaprodi Doktor Studi Islam UIN Kiai Hasan Besari Ponorogo, menyampaikan materi tentang internalisasi nilai-nilai keislaman sebagai fondasi pembentukan identitas akademik mahasiswa Magister PAI. Ia menegaskan pentingnya menanamkan nilai moral dan spiritual dalam setiap aktivitas keilmuan agar lahir generasi cendekia yang berintegritas.
Sementara itu, Assoc. Prof. Dr. Abdul Aziz Wahab, CH., CHT., BA., M.Ag., selaku Rektor UNZAH, menyoroti pentingnya spiritual leadership dalam memperkuat identitas mahasiswa pascasarjana. Menurutnya, kepemimpinan religius bukan hanya tentang jabatan, tetapi juga tentang keteladanan dan tanggung jawab moral dalam menginspirasi masyarakat.
Pada kesempatan yang sama, Rektor UNZAH juga memberikan apresiasi khusus kepada Muhammad Hafil Mangkudilaga, mahasiswa Magister PAI, atas prestasinya di kancah sastra internasional. Hafil menjadi salah satu penyair yang puisinya terpilih dalam Antologi Puisi Internasional Temu Karya Serumpun 2025, yang melibatkan ratusan penyair dari berbagai negara Asia Tenggara.
“Prestasi ini bukan hanya milik saudara Hafil, tetapi juga kebanggaan seluruh sivitas akademika UNZAH. Semoga menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain untuk terus berkarya dan berprestasi di level global,” ungkap Rektor UNZAH.
Piagam penghargaan diserahkan langsung oleh Rektor UNZAH di hadapan seluruh peserta kuliah umum, disambut tepuk tangan hangat dari mahasiswa dan dosen.
Menutup kegiatan, Dr. H. Imam Bukhori, S.Hum., M.Pd.I, selaku Direktur Pascasarjana UNZAH, menyampaikan apresiasi atas antusiasme peserta dan narasumber.
“Kegiatan seperti ini menjadi bagian dari visi UNZAH untuk membangun sinergi antara ilmu pengetahuan, spiritualitas, dan karakter Islami,” tegasnya.
Kuliah umum ini menjadi momentum penting bagi UNZAH untuk terus memperkokoh tradisi akademik berbasis nilai-nilai pesantren, menyiapkan lulusan Magister PAI yang tidak hanya cerdas intelektual, tetapi juga berjiwa pemimpin dan berakhlak mulia.(rfq)












