Probolinggo.seputarjawatimur.com – Program Studi S1 Kebidanan dan Pendidikan Profesi Bidan Universitas Hafshawaty Zainul Hasan Genggong,Probolinggo menggelar kuliah pakar bertajuk“Relasi Sosial dan Kesehatan Reproduksi: Tantangan Menjaga Diri di Era Digital” pada Sabtu, (25/4 2026).
Kegiatan yang berlangsung di Gedung F lantai 3 ini dihadiri oleh Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK), Ketua Program Studi, dosen, serta mahasiswa kebidanan.
Kuliah pakar tersebut diselenggarakan sebagai bagian dari upaya peningkatan kompetensi mahasiswa melalui pemaparan langsung dari praktisi dan pakar medis. Selain itu, kegiatan ini bertujuan agar calon bidan memiliki pemahaman yang selaras dengan perkembangan standar kesehatan terkini, khususnya dalam menghadapi dinamika era digital.
Dalam pemaparannya, narasumber Dr. Lestari Sudaryanti, dr., M.Kes menjelaskan keterkaitan antara psikologi sosial, neurosains reproduksi, dan intensitas penggunaan layar (screen time). Ia menegaskan bahwa penggunaan media sosial secara berlebihan dapat memicu stres digital yang berdampak serius pada kesehatan.
“Stres digital dapat menyebabkan stres kronis dan disregulasi neuroendokrin. Kondisi ini memicu peningkatan hormon kortisol akibat aktivasi hipotalamus, yang kemudian menurunkan hormon GnRH, LH, dan FSH sebagai pemicu gangguan hormon reproduksi,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa tingginya durasi dan intensitas penggunaan layar media sosial berpotensi menimbulkan gangguan mental, relasi sosial yang tidak sehat, perilaku seksual berisiko, hingga gangguan reproduksi dan fertilitas yang berdampak pada penurunan kualitas hidup.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu memahami pentingnya menjaga keseimbangan antara penggunaan teknologi dengan kesehatan fisik dan mental. “Menjaga diri di era digital tidak hanya soal membatasi screen tim, tetapi juga menjaga kesehatan otak, mental, relasi sosial, dan kesehatan reproduksi secara menyeluruh,” pungkasnya.
Dengan terselenggaranya kuliah pakar ini, diharapkan lulusan kebidanan mampu menjadi tenaga kesehatan yang adaptif, profesional, serta mampu memberikan edukasi yang tepat kepada masyarakat di tengah tantangan era digital.(bhj)












