Jember.seputarjawatimur.com-Sebanyak 450 prajurit Yonif Raider 509 Balawara Yudha Komando Strategi Angkatan Darat ( Kostrad ) diberangkatkan ke Distrik yang juga menjadi ibu kota dari Kabupaten Intan Jaya, di daerah pegunungan provinsi Papua Tengah Kamis, (15/2/2024)
Upacara pemberangkatan Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Republik Indonesia ( RI )- Papua Nugini Mobile Yonif Raider 509/ Balawara Yudha tahun 2024 dilaksanakan di lapangan hijau Yonif Raider 509 Kostrad.
Diawali dengan upacara pelepasan yang dipimpin oleh Bupati Jember, Ir. Hendy Siswanto, didampingi oleh Wakil Bupati, Gus Firjoun, Danbrigif 9 Kostrad yang diwakili oleh Kasbrigif Letkol Inf Suhendar Suryaningrat,Dandim 0824 Letkol Infantri Rahmat Cahyo Dinarso,Danyon Armed 8 Letkol Artileri Medan Indra Andriansyah, Danyonif Raider 514 Mayor Infanteri Muhammad Ibrahim Sidik Soulisa dan Kapolres Jember AKBP Bayu Pratama Gubunagi,
450 prajurit Yonif Raider 509/ Balawara Yudha Kostrad, siap diberangkatkan tugas di Sugapa sebuah distrik yang juga menjadi ibu kota dari Kabupaten Intan Jaya, di daerah pegunungan provinsi Papua Tengah selama 360 hari, menggantikan pasukan Batalyon Infanteri Para Raider 330/Tri Dharma Jawa Barat dibawah Komando Mayor Infanteri Dedy Pungki Irawanto.
Dansatgas Pamtas Yonif Raider 509/Balawara Yudha, Mayor Infantri Dian Dessiawan Setyadi mengakatan , pemberangkatan pasukan ini dalam rangka selain pengamanan perbatasan, juga membantu pemerintah daerah setempat dalam membangun insfratruktur baik pendidikan maupun kesehatan.
“ Kami mengucapkan terima kasih kepada Forkompinda, yang terdiri dari pemerintah daerah, Polres, dan pihak lainnya, atas dukungan dan kerjasamanya dalam mempersiapkan serta mendukung tugas Satgas Pamtas.” ungkapnya
Sementara Bupati Jember H.Hendy Siswanto , menegaskan pentingnya penegakan keutuhan negara di perbatasan RI-Papua Nugini. Pihaknya juga menyampaikan harapan agar pasukan yang bertugas dapat kembali dengan selamat.” Kehadiran Satgas Pamtas merupakan wujud nyata dari komitmen Indonesia dalam menjaga kedaulatan negara di perbatasan yang rawan potensi konflik.” Ujarnya (gus)












