Puluhan Hektar Tanaman Padi Siap Panen Roboh Di Terjang Derasnya Air Hujan

PROBOLINGGO.seputarjawatimur.com. Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Probolinggo pada Senin (10/3/2025) sore mengakibatkan banjir besar di sejumlah wilayah. Curah hujan yang tinggi menyebabkan air meluap dan merendam permukiman warga, jalan raya, serta area pertanian.

Di Kecamatan Besuk, Puluhan hektar lahan pertanian terdampak, dengan tanaman padi yang siap panen roboh akibat derasnya air hujan.
Kondisi ini tentu menjadi pukulan berat bagi para petani, karena padi yang seharusnya segera dipanen mengalami kerusakan, yang berpotensi menyebabkan gagal panen dan kerugian besar. Saat ini, petani bersama pemerintah daerah dan dinas terkait tengah berupaya menyelamatkan hasil panen yang masih bisa diselamatkan.

Menurut salah seorang petani bernama Amin (56) warga desa Sumurdalam Kecamatan Besuk mengatakan, Sebagian besar tanaman padi di Kecamatan Besuk yang terkena banjir diketahui sudah mendekati masa panen. Meskipun derasnya air hujan menyebabkan beberapa batang padi roboh, tanaman tersebut masih bisa dipanen, sehingga para petani masih memiliki harapan untuk menyelamatkan hasil pertanian mereka.

“ Mayoritas padi padi yang roboh tersebut sudah memasuki masa panen,Namun begitu meski masih bisa di panen, tetapi para tengkulak akan meminta menurunkan harga karena yang pasti padi yang roboh tersebuk mengalami kerusakan “ ungkapnya.

Meskipun banyak tanaman padi yang roboh akibat terjangan air hujan, para petani di Kecamatan Besuk, Kabupaten Probolinggo, tetap berupaya menyelamatkan padi yang masih bisa dipanen. Namun, kondisi tanah yang tergenang air menjadi tantangan tersendiri, karena proses panen menjadi lebih sulit dan memakan waktu lebih lama.

Dalam situasi ini, dukungan dari pemerintah dan dinas terkait sangat dibutuhkan, baik dalam bentuk bantuan alat panen yang sesuai untuk kondisi lahan basah maupun pendampingan agar petani dapat mengurangi potensi kerugian. Selain itu, solusi jangka panjang seperti perbaikan sistem drainase dan peningkatan mitigasi bencana juga diperlukan untuk mengantisipasi kejadian serupa di masa mendatang.(bhj)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *