Probolinggo.seputarjawatimur.com-Program Studi S-2 Pendidikan Agama Islam (PAI) Pascasarjana Universitas Islam Zainul Hasan (UNZAH) Genggong baru-baru ini mengadakan kuliah umum dengan tema “Menguatkan Eksistensi Pendidikan Agama Islam dalam Pusaran Digitalisasi Informasi.”.
Acara ini berlangsung di Gedung Auditorium Pascasarjana UNZAH lantai 4 dan menampilkan narasumber yang kompeten di bidangnya Minggu (13/10/2024)..
Kuliah umum ini membahas tantangan dan peluang yang dihadapi pendidikan agama Islam di era digital. Narasumber yang hadir memberikan wawasan tentang bagaimana memanfaatkan teknologi untuk memperkuat pendidikan agama, serta strategi-strategi untuk menjawab berbagai isu yang muncul dalam konteks digitalisasi.
Acara ini dihadiri oleh mahasiswa, yang ingin memperdalam pemahaman mereka mengenai peran penting pendidikan agama dalam era informasi saat ini.
.
Kuliah umum ini menghadirkan tiga pemateri utama. Pemateri pertama, KH. Moh Hasan Mutawakkil ‘Alallah, pengasuh Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong, membahas peran pesantren dalam memperkuat nilai-nilai pendidikan Islam di tengah era digital. Dalam paparannya, beliau menekankan pentingnya pesantren sebagai lembaga pendidikan yang tidak hanya mengajarkan ilmu agama, tetapi juga membentuk karakter dan moral siswa agar mampu menghadapi tantangan dunia digital.
Beliau juga membagikan berbagai strategi yang dapat diimplementasikan oleh pesantren untuk memanfaatkan teknologi dalam pembelajaran, serta menekankan perlunya integrasi nilai-nilai agama dalam penggunaan media digital. Pemaparan beliau sangat menginspirasi peserta untuk mengembangkan inovasi dalam pendidikan agama Islam, agar tetap relevan dan efektif di era informasi saat ini.
“Digitalisasi adalah keniscayaan yang tidak bisa kita hindari. Namun, yang terpenting adalah bagaimana kita menjaga akidah dan moralitas umat di tengah arus perubahan teknologi yang sangat cepat. Pesantren harus menjadi benteng moral sekaligus agen transformasi di era digital ini.” ungkapnya.
Sementara, Prof. Abd. Halim Soebahar, Guru Besar Program Studi PAI FTIK UIN Khas Jember, sebagai Pemateri II, memaparkan tantangan dan peluang yang dihadapi dunia pendidikan agama Islam di era digital.
Menurutnya, Pendidikan agama Islam harus berani mengambil langkah maju dengan memanfaatkan teknologi digital sebagai media dakwah dan pembelajaran. Namun, kita tidak boleh meninggalkan esensi dan tujuan utama dari pendidikan agama itu sendiri, yaitu membentuk generasi yang berakhlak mulia dan berilmu tinggi.
Sebagai Pemateri III, Dr. Abdul Aziz Wahab, Rektor UNZAH, menekankan strategi universitas dalam menyiapkan mahasiswa agar mampu menghadapi tantangan digitalisasi dengan tetap berpegang teguh pada prinsip-prinsip agama.
Dr. Abdul Aziz menyampaikan, Digitalisasi bukan hanya tentang teknologi, tetapi juga tentang pola pikir yang lebih terbuka dan adaptif. UNZAH berkomitmen untuk menjadi pelopor dalam pengembangan pendidikan yang berbasis digital, tanpa meninggalkan akar-akar nilai keislaman. Kami ingin menciptakan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat dalam akhlak.
“Kami yakin, pendidikan berbasis digital akan memperkuat peran UNZAH sebagai lembaga pendidikan yang tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga memiliki kontribusi nyata dalam memecahkan masalah-masalah sosial di era digital.” Pugkasnya.
Kuliah umum ini juga menjadi salah satu langkah nyata UNZAH dalam meningkatkan kualitas pendidikan agama Islam di era modern yang penuh dengan dinamika digitalisasi.(bhj)












