Polres Kediri Ciduk 78 Remaja dalam Operasi Balap Liar di Pare

KEDIRI.seputarjawatimur.com -Jajaran Sat Samapta Polres Kediri kembali memperketat patroli akhir pekan menyusul maraknya laporan masyarakat terkait aksi balap liar yang meresahkan warga. Pada Sabtu sore, petugas bergerak cepat menuju kawasan Jalan Area RPH, Desa Sumberbendo, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri—lokasi yang kerap dijadikan arena balapan oleh para remaja.

Setibanya di lokasi, petugas mendapati kerumunan remaja beserta puluhan sepeda motor yang diduga akan digunakan untuk balap liar. Tanpa menunggu lama, petugas melakukan pembubaran secara humanis namun tetap tegas. Para remaja kemudian diamankan untuk dilakukan pendataan identitas dan pemeriksaan kelengkapan kendaraan.

Dari penertiban tersebut, polisi mengamankan **78 remaja** dan **47 unit sepeda motor**, yang selanjutnya diserahkan kepada Sat Lantas Polres Kediri untuk menjalani proses penindakan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Kasat Samapta Polres Kediri, **AKP I Nyoman Sugita, S.E., M.Si.,** menjelaskan bahwa patroli ini merupakan bagian dari kegiatan *Harkamtibmas* dalam merespons keresahan warga, sekaligus upaya mencegah potensi gangguan keamanan pada jam-jam rawan.

“**Penertiban ini tidak hanya membubarkan kerumunan, tapi juga memberikan edukasi kepada para remaja tentang risiko dan bahaya balap liar. Keselamatan mereka dan pengguna jalan lain adalah prioritas kami,**” ujarnya.

Lebih lanjut, AKP Nyoman menyampaikan bahwa laporan masyarakat menjadi salah satu faktor penting yang mendorong patroli intensif di titik-titik rawan aksi balap liar. Ia berharap masyarakat terus aktif memberikan informasi apabila menemukan aktivitas yang berpotensi mengganggu ketertiban.

“**Kami mengajak masyarakat untuk bersama menjaga situasi tetap kondusif. Informasi warga sangat membantu kami mencegah kerawanan,**” tambahnya.

Tindakan tegas Polres Kediri ini mendapat respons positif dari warga sekitar. Mereka mengapresiasi kehadiran petugas yang dinilai mampu mengurangi kebisingan dan risiko kecelakaan akibat aksi ugal-ugalan remaja, terutama pada akhir pekan yang menjadi waktu favorit untuk balap liar.

Langkah tersebut diharapkan dapat memberikan efek jera serta mendorong para remaja mengalihkan aktivitasnya ke kegiatan yang lebih positif dan aman bagi keselamatan bersama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *