Perkokoh NKRI dan Kebangsaan, Zulmi – Rasit Ajak Patuhi Peraturan, Gus Haris Ra Fahmi Siapkan Program Kebangsaan bagi Generasi Muda

PRONOLINGGO.seputarjawatimur.com – Debat ketiga atau debat pamungkas Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati Probolinggo yang digelar oleh KPU Kabupaten Probolinggo pada Minggu, 17 November 2024, menjadi ajang penting untuk menunjukkan visi dan misi para calon dalam memperjuangkan masa depan Kabupaten Probolinggo. Debat tersebut berlangsung di Gedung Islamic Centre (GIC) Kraksaan, dan salah satu tema utama yang dibahas adalah Memperkokoh NKRI dan Kebangsaan.
Dalam tema ini, kedua pasangan calon mendapatkan pertanyaan yang telah disiapkan oleh panelis untuk menguji pandangan dan komitmen mereka terkait upaya memperkuat Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) serta memperkokoh rasa kebangsaan di tengah keberagaman. Tema ini sangat relevan, mengingat pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dalam menghadapi tantangan sosial, politik, dan ekonomi di tingkat daerah maupun nasional.

Pasangan Zulmi – Rasit mendapatkan kesempatan pertama untuk menjawab pertanyaan dari panelis terkait tema tersebut.

Dalam debat ketiga yang digelar pada 17 November 2024, Abd. Rasit, calon Wakil Bupati nomor urut satu, menyampaikan beberapa hal yang perlu dilakukan untuk memperkokoh NKRI dan kebangsaan.

Selanjutnya, dalam debat tersebut, Abd. Rasit mengajak masyarakat untuk tidak melupakan sejarah bangsa, khususnya Sumpah Pemuda yang terjadi pada 28 Oktober 1928. Rasit menekankan bahwa pada momen bersejarah itu, para pemuda Indonesia bersumpah untuk menjadikan Indonesia sebagai satu nusa, satu bangsa, dan satu bahasa. Semangat Sumpah Pemuda ini, menurut Rasit, harus tetap dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya sebagai pijakan dalam memperkuat kesatuan dan persatuan bangsa.

“Maka dari itu untuk teman-teman jangan lupa, coblos nomor satu,” ujarnya.

Merespon paparan Abd. Rasit, calon Bupati nomor urut 02, Mohammad Haris (Gus Haris) kemudian diberi kesempatan untuk merespon paparan dari Abd. Rasit. Gus Haris mengatakan, apa yang disampaikan dari Abd. Rasit bukanlah program untuk Memperkokoh NKRI dan Kebangsaan, melainkan melainkan ajakan untuk mematuhi atau mengingat apa yang sudah ada.

“Jadi pertanyaannya adalah, apa yang bisa dilakukan untuk Kabupaten Probolinggo. Misalnya, kami punya program, Adat Kenduri Kebhinekaan dengan kearifan lokal untuk merekatkan,” katanya.
Menanggapi pertanyaan Gus Haris, kali ini yang menjawab adalah calon Bupati nomor urut 01 Zulmi Noor Hasani. Zulmi mengatakan, pihaknya akan merawat segala bentuk kebudayaan yang ada di masyarakat Kabupaten Probolinggo. Bahkan, dalam setiap acara rutin kebudayaan, pihaknya akan melibatkan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB).

“Sehingga pada setiap event pelaksanaannya, tidak mengkerdilkan pihak-pihak tertentu,” ujarnya.
Setelah menanggapi jawaban dari Gus Haris, selanjutnya giliran Pasangan nomor urut 02 yang mendapatkan pertanyaan yang sudah disiapkan oleh Panelis berkaitan dengan tema Memperkokoh NKRI dan Kebangsaan.

Gus Haris kemudian memaparkan programnya berkaitan dengan tema tersebut. Gus Haris menyadari bahwa Kabupaten Probolinggo kaya akan ras, suku, agama dan budaya. Sehingga Kabupaten Probolinggo termasuk daerah yang multi etnis.

Salah satu programnya untuk Memperkokoh NKRI dan Kebangsaan adalah dengan penanaman ideologi kebangsaan, utamanya bagi generasi muda sejak di bangku sekolah. Kemudian pihaknya juga susah menyiapkan program Sambang Budaya. Di mana jika asa kegiatan kebudayaan, para tokoh budaya yang ada di Kabupaten Probolinggo bisa berkumpul.

“Dengan ini jelas akan memghilangkan sekat-sekat, sehingga toleransi secara otomatis akan tercipta di Kabupaten Probolinggo,” katanya.

Merespon paparan program dari Gus Haris, calon bupati nomor urut 01 Zulmi Noor Hasani kemudian mengatakan, untuk Memperkokoh NKRI dan Kebangsaan tidak cukup dengan hanya mengisi muatan lokal dalam dunia pendidikan, tapi juga perlu penguatan identitas diri dari setiap sekolah.
“Bukan hanya seragam, bukan hanya budaya, tapi juga kepribadian diri kepada para pengajar maupun ASN. Termasuk penggunaan udeng sebagai identitas perlu dikuatkan lagi di setiap harinya,” ujarnya.
Merespon hal tersebut, calon wakil Bupati nomor 02, Fahmi AHZ menilai bahwa yang disampaikan Zulmi adalah pengulangan dari apa yang disampaikan oleh Gus Haris.

“Karena program kita sudah baik, makanya beliau (Zulmi, red) langsung taktis menjelaskan kembali (penyampaian Gus Haris, Red). Jadi terima kasih bahwa apa yang kami lakukan itu sudah paling sae,” ujarnya.(bhj)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *