PROBOLINGGO .seputarjawatimur.com– Dalam upaya memperkuat sinergi kelembagaan dan meningkatkan mutu perguruan tinggi, Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) serta Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) di lingkungan Perguruan Tinggi Pesantren Zainul Hasan (PZH) Genggong menggelar kegiatan Penguatan Kolaborasi Kelembagaan, Senin (27/10), bertempat di ruang rapat Universitas Islam Zainul Hasan (UNZAH) Genggong.
Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh perwakilan dari Universitas Islam Zainul Hasan (UNZAH), Universitas Hafshawaty Zainul Hasan (UNHASA), Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH), dan Ma’had Aly Zainul Hasan. Hadir dalam kegiatan ini Wakil Rektor III, Ketua LPM, Ketua LP2M, serta para pengelola jurnal ilmiah.
Sebagai inisiator kegiatan, Rektor UNZAH sekaligus Ketua Senat UNHASA, Assoc. Prof. Dr. Abdul Aziz Wahab, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis untuk menyatukan visi antar lembaga di bawah naungan PZH Genggong.
“Tujuan kegiatan ini adalah penyamaan persepsi dan gerakan bersama untuk naik level. Dari akreditasi ‘Baik’ menuju ‘Sangat Baik’, hingga akhirnya menjadi ‘Unggul’. Harapannya tenaga struktural semakin memahami tata kelola perguruan tinggi, terutama penguatan peran LPM dan LP2M yang harus memiliki aksi cerdas dan terdokumentasi,” ujar Dr. Abdul Aziz Wahab.
Selain membahas penguatan sistem penjaminan mutu internal, forum ini juga menyoroti pentingnya peningkatan kualitas penelitian dan pengabdian masyarakat, pengelolaan akreditasi jurnal, serta upaya peningkatan jumlah publikasi ilmiah terindeks Sinta.
Rektor Unzah menambahkan bahwa kolaborasi ini menjadi momentum penting bagi semua perguruan tinggi di bawah PZH Genggong untuk bergerak serempak.
“Dengan kolaborasi yang kuat antara LPM dan LP2M, kita bisa saling menguatkan dalam hal dokumentasi, pelaporan, dan peningkatan mutu. Harapannya, semua lembaga bisa naik kelas secara bersama-sama menuju kampus yang unggul,” tuturnya.
Melalui kegiatan ini, PZH Genggong menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas akademik dan kelembagaan, sehingga mampu melahirkan perguruan tinggi yang tidak hanya unggul di tingkat regional, tetapi juga berdaya saing nasional.(bhj)












