Probolinggo.seputarjawatimur.com Ribuan santri Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong Probolinggo, mengikuti upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) di halaman sekolah (P5) pada hari Selasa (22 / 10).
Bertindak sebagai Inspektur upacara HSN tersebut yakni ketua Yayasan Pondok Pesantern Zainul Hasan , KH Moh. Hasan Mutawakkil Alallah. Sedangka pembacaan naskah jihad adalah KH.Moh Hasan Naufal . Sementara nasakah Ikrar Janji santri di bacakan oleh Gus Haris.Hari santri nasional tahun 2024 kali ini bertema “Menyambung Juang Merengkuh Masa Depan”
Upacara bendera tersebut menjadi momen penting untuk mengenang perjuangan santri dalam sejarah bangsa. Dengan tema “Menyambung Juang Merengkuh Masa Depan,” acara ini tidak hanya menghormati sejarah, tetapi juga menekankan pentingnya peran santri dalam pembangunan dan kemajuan bangsa ke depan. Momen seperti ini tentunya memperkuat rasa kebersamaan dan semangat juang para santri dalam menghadapi tantangan zaman.
Dalam sambutannya Ketua Yayasan Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong KH Moh. Hasan Mutawakkil Alallah mengatakan , pentingnya keimanan yang kokoh dan ber ahlakul karimah. Santri saat ini memang dihadapkan pada era distrupsi yang membawa banyak tantangan dan peluang. Dalam konteks ini, mereka perlu beradaptasi dengan perubahan teknologi dan informasi yang cepat. Era digital mempengaruhi cara belajar, berkomunikasi, dan berinteraksi dengan masyarakat.
Santri harus mengembangkan keterampilan digital dan berpikir kritis untuk dapat memanfaatkan teknologi dalam pendidikan dan dakwah. Selain itu, mereka juga perlu memahami isu-isu global dan lokal agar dapat berkontribusi secara efektif dalam masyarakat. Dengan menggabungkan nilai-nilai tradisional dan inovasi modern, santri dapat memainkan peran penting dalam menghadapi tantangan era distrupsi ini.
“ kita semua para santri saat ini berada di era distrubsi , era terjadinya inovasi, dan perubahan perubahan besar yang fundamental karena kehadiran tehnologi digital “ ungkapnya.
KH Moh. Hasan Mutawakkil Alallah menambahkan , Kemajuan teknologi digital memang memiliki potensi untuk menggantikan beberapa fungsi dan pekerjaan manusia. Misalnya, otomatisasi dan kecerdasan buatan (AI) dapat menyelesaikan tugas-tugas rutin dan berulang dengan lebih efisien. Namun, ada juga banyak pekerjaan yang memerlukan kreativitas, empati, dan keterampilan interpersonal, yang sulit digantikan oleh mesin.
Penting untuk melihat ini sebagai kesempatan, bukan hanya ancaman. Teknologi dapat membantu manusia meningkatkan produktivitas dan fokus pada pekerjaan yang lebih strategis dan kreatif. Selain itu, dengan adanya perubahan ini, akan muncul jenis pekerjaan baru yang memerlukan keterampilan yang berbeda.
“ Oleh karena itu, penting bagi individu, termasuk santri, untuk terus belajar dan beradaptasi agar dapat bersaing di dunia yang semakin digital.” Tambahnya .
Selesai upacara bendera, ribuan santri dan keluarga besar Pesantren tersebut melakukan long march dengan berkeliling area pondok pesantren Zainul Hasan Genggong. (bhj)












