Nomalisasi Pesisir Utara Penarukan , Korbankan Ekosistem Hutan Mangrove

Pemerhati lingkungan kecam tindakan DPUPP

 

Situbondo.seputarjawa timur.com.Normalisasi sungai di pesisir utara Kecamatan Panarukan Kabupaten Situbondo Jawa timur, oleh Dinas Pekerjaan Umum Dan Perumahan Pemukiman Situbondo(DPUPP), mendapat kecaman dari pemerhati lingkungan Situbondo. Hal ini karena akan mengorbankan tanaman bakau dikawasan mangrove.

“ Kami sebagai pemerhati lingkungan menyayangkan apa yang sudah dilakukan oleh dinas pengairan PUPP Situbondo yang merusak lingkungan  ekosistem hanya karena alasan normalisasi.” Tndas zainal (8/12/).

 

Zainal menambahkan, pihaknya selaku praktisi peduli lingkungan terus gencar melakukan penanaman pohon mangrove. Namun dengan adanya normalilsasi tersebut ekosistem dan tanaman mangrove menjadi rusak.

 

Seharusnya Dinas Pekerjaan Umum Dan Perumahan Pemukiman Situbondo, sebelum melakukan normalisasi , harus ada kordinasi dengan stakeholder terlebih dahulu. “Boleh saja melakukan Normalisasi tapi bukan berarti harus merusak ekosistem seperti tanamn mangrove itu itu kan ngawur namanya,” pungkas Zainal.

 

Hutan mangrove atau hutan bakau merupakan sebuah ekosistem yang bersifat khas , karena adanyaaktifitas daur penggenagan oleh pasang air laut . pada habitat ini hanya phon mangrove yang mampu hidup karena mampu beradaptasi dengan berovolusi.

 

Ekosistem mengrove sangat penting bagi masyarakat pesisir , karena fungsinya dalam melindungi garis pantai dari hempasan gelombang dan tiupan angin kencang. ( su)

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *