Probolinggo.seputarjawatimur.com – Menjelang pelaksanaan Konferensi Cabang (Konfercab) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Kraksaan yang dijadwalkan berlangsung pada 14 September 2025 di Pondok Pesantren Miftahul Ulum, Desa Jatiurip, Kecamatan Krejengan, dinamika organisasi mulai terasa. Berbagai aspirasi dan pandangan bermunculan, terutama terkait harapan agar PCNU kembali menjadi rumah besar bagi seluruh warga kultural NU.
Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Hasan Desa Seboro, Kecamatan Krejengan, Kiai Mahmudi menyampaikan pandangannya bahwa selama ini kiprah PCNU terkesan berjarak dengan kehidupan warga NU kultural. Menurutnya, hasil kepengurusan yang lahir dari Konfercab mendatang seharusnya mampu sejalan dengan napas sejarah perjuangan NU di Probolinggo.
“Cikal bakal NU Probolinggo ini, yang menjadi Rais Syuriah pertama adalah Kiai Muhammad Hasan Genggong tahun 1930 sampai 1955. Lalu dilanjutkan KH Zaini Mun’im Paiton pada 1956 sampai 1975. Nilai kesejarahan itu harus dijadikan landasan untuk memurnikan kembali gerakan dasar perjuangan PCNU,” tegasnya.
Kiai Mahmudi juga menambahkan, generasi keturunan para muassis NU banyak yang memiliki kompetensi untuk melanjutkan perjuangan. “Meski masih muda, kemampuan mereka tidak diragukan lagi,” ujarnya.
Sementara itu, salah seorang aktivis NU lulusan Universitas Al Azhar Kairo Mesir, Gus H. Adib Ali Rahbini dari Pondok Pesantren Sirojul Ummah Desa Kertosono, Kecamatan Gading, menilai bahwa dalam dua dekade terakhir, PCNU Kota Kraksaan tidak sepenuhnya tampil sebagai organisasi milik bersama. Menurutnya, PCNU justru terkesan hanya dikuasai oleh kelompok tertentu.
“Kami memang bukan pemilik suara. Namun, kami punya panggilan nurani agar peserta Konfercab tidak melupakan nilai sejarah panjang PCNU. Apalagi, muassis PCNU, Kiai Hasan Sepuh Genggong, pernah berpesan: barang siapa yang ikhlas berjuang untuk Nahdlatul Ulama, maka dia akan beruntung dunia akhirat,” ungkapnya.
Karenanya, Gus H. Adib berharap ada perubahan struktural yang fundamental pada tubuh PCNU Kota Kraksaan ke depan. “PCNU harus benar-benar menjadi rumah besar bagi seluruh lapisan warga NU, bukan hanya segelintir kelompok,” tandasnya (bhj)












