Probolinggo.seputarjawatimur.com Acara Kuliah Pakar yang diselenggarakan oleh Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam (MPAI) Pascasarjana Universitas Islam Zainul Hasan (UNZAH) Genggong pada Sabtu (18/01/2025) di gedung Pascasarjana lantai 4, sukses menghadirkan dua tokoh penting di bidang pendidikan Islam. Prof. Dr. M. Arskal Salim GP, M.Ag., yang menjabat sebagai Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Islam (Ditjen Pendis) Kementerian Agama Republik Indonesia, serta Prof. Dr. H. Babun Suharto, S.E., M.M., Guru Besar UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember, menjadi narasumber utama dalam kegiatan tersebut.
Dengan tema “Inovasi Pendidikan Islam Berbasis Teknologi dan Nilai Keislaman”, acara ini bertujuan memberikan wawasan yang lebih luas kepada mahasiswa MPAI dalam menghadapi tantangan pendidikan Islam di era digital dan globalisasi. Para narasumber menyampaikan paparan yang tidak hanya mencakup teori-teori pendidikan Islam, tetapi juga menyentuh pada aspek praktik dan kebijakan terkini yang relevan dengan perkembangan teknologi dan nilai-nilai keislaman.
Kegiatan ini diharapkan dapat membantu mahasiswa untuk lebih memahami bagaimana mengintegrasikan teknologi dalam pendidikan Islam secara efektif, sambil tetap menjaga prinsip-prinsip keislaman dalam setiap inovasi yang dikembangkan.
Dalam paparannya, Prof. Dr. M. Arskal Salim GP menyoroti pentingnya integrasi teknologi dalam pendidikan Islam. “Pendidikan Islam harus mampu bersaing di era digital tanpa kehilangan jati diri keislamannya. Ini adalah tugas kita bersama sebagai akademisi untuk menciptakan inovasi yang relevan,” ujar Arskal.
Sementara itu, Prof. Dr. H. Babun Suharto memberikan pandangan strategis terkait penguatan nilai-nilai moral dan etika dalam pendidikan tinggi. “Mahasiswa harus dibekali tidak hanya dengan pengetahuan, tetapi juga dengan karakter mulia yang menjadi landasan kokoh dalam kehidupan profesional maupun sosial,” tegasnya.
Rektor UNZAH, Dr. Abdul Aziz Wahab, BA., M.Ag., CH., CHT., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kehadiran para narasumber. “Kuliah Pakar ini adalah bentuk komitmen UNZAH dalam menghadirkan pendidikan berkualitas yang mampu menjawab kebutuhan zaman. Semoga mahasiswa dapat mengambil manfaat maksimal dari acara ini,” tuturnya.
Acara ini dihadiri oleh seluruh mahasiswa MPAI Pascasarjana UNZAH, dosen, serta tamu undangan dari berbagai instansi pendidikan di sekitar Probolinggo. Diskusi interaktif antara mahasiswa dan narasumber menjadi salah satu sesi yang menarik, menunjukkan antusiasme peserta terhadap isu-isu yang diangkat.
Dengan suksesnya acara ini, MPAI Pascasarjana UNZAH kembali menunjukkan peran strategisnya dalam pengembangan pendidikan Islam di Indonesia.(bhj)












