Lima Mahasiswa UNZAH Raih Silver Medal di Ajang Internasional di Awal Tahun 2025.

PROBOLINGGO.SEPUTARJAWATIMUR.COM – Prestasi membanggakan kembali diraih mahasiswa Universitas Islam Zainul Hasan (UNZAH) Genggong. Dalam ajang bergengsi International Young Moslem Inventor Award yang berlangsung pada 8-10 Januari 2025, lima mahasiswa UNZAH berhasil meraih Silver Medal.

Ajang ini diikuti oleh 179 tim dari 13 negara, termasuk Indonesia, Republik Kongo, Turki, Thailand, Hong Kong, Filipina, Kazakhstan, Meksiko, Rumania, Korea Selatan, Turkmenistan, Bangladesh, dan Lebanon.

Capaian ini menjadi bukti nyata kontribusi UNZAH dalam mencetak generasi muda yang kreatif dan kompetitif di tingkat global.

Mahasiswa yang tergabung dalam tim tersebut adalah Idrus Sholeh, Taufik Hidayatullah, Moh. Irfan Hidayatullah, Siti Aisyah Syaiful Arifin, dan Iftitah Hidayati. Dengan inovasi yang relevan sesuai kebutuhan masyarakat, mereka berhasil menarik perhatian para juri internasional.

Idrus Sholeh, mewakili timnya, menjelaskan inovasi produk mereka yang diberi nama Pudifera Potion.

Menurutnya, produk ini merupakan solusi herbal yang dirancang untuk pencegahan demam tifoid, salah satu masalah kesehatan yang sering terjadi di masyarakat.

“Kami mengembangkan Pudifera Potion sebagai alternatif alami yang memanfaatkan potensi lokal, yaitu daun kelor dan daun putri malu. Kedua bahan ini kaya akan senyawa aktif seperti flavonoid dan tanin yang terbukti memiliki sifat antibakteri, antiinflamasi, dan meningkatkan daya tahan tubuh,” ungkap Idrus.

Ia juga menambahkan bahwa inovasi ini tidak hanya terbatas pada pencegahan demam tifoid, tetapi juga dapat memberikan manfaat kesehatan lain berkat kandungan antioksidan yang dimilikinya.

“Kami berharap Pudifera Potion dapat menjadi solusi herbal yang mudah diakses oleh masyarakat dan membantu meningkatkan kualitas hidup mereka secara alami,” lanjutnya.

Keberhasilan ini tidak terlepas dari dukungan penuh Lembaga Pembinaan dan Bimbingan Olimpiade Internasional (LPBOI) UNZAH. Dukungan dari pembina LPBOI, Ainur Rofiq Sofa, M.Pd., dan Moh. Abd. Rahman, M.M., menjadi salah satu faktor penting dalam mendorong keberhasilan tim ini di tingkat internasional. Bimbingan mereka memberikan motivasi, strategi, dan arahan yang tepat untuk menghasilkan inovasi berkualitas.

Rektor UNZAH, Dr. Abdul Aziz Wahab, BA., M.Ag., menyampaikan rasa bangga dan apresiasinya. Menurutnya, pencapaian ini adalah wujud nyata dari dedikasi UNZAH dalam mendukung mahasiswa untuk berinovasi dan memberikan dampak positif di tingkat internasional.

Wakil Rektor I UNZAH, Dr. Muhammad Hifdil Islam, M.Pd.I., juga memberikan komentarnya atas capaian tersebut. “Ini adalah hasil kerja keras, kolaborasi yang solid, dan doa dari seluruh sivitas akademika UNZAH. Prestasi ini membuktikan bahwa mahasiswa kita tidak hanya memiliki kemampuan akademik yang unggul, tetapi juga kreativitas dan inovasi yang relevan di tingkat global. Kami berharap prestasi ini menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain untuk terus berprestasi,” ujarnya.

Keberhasilan ini menjadi motivasi bagi seluruh mahasiswa UNZAH untuk terus berkarya dan menjadikan pendidikan sebagai wadah pengembangan diri yang tidak terbatas oleh ruang dan waktu.(bhj)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *