PROBOLINGGO. Seputarjawatimur.com – Ribuan santri Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong, Probolinggo, menggelar apel akbar dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) ke-10, Rabu (22/10). Kegiatan berlangsung khidmat di halaman sekolah dan diikuti oleh seluruh lembaga pendidikan serta tenaga pengajar di lingkungan pesantren.
Upacara tersebut dipimpin langsung oleh Pembina Upacara, KH. Moh. Hasan Mutawakkil Alallah, yang juga merupakan pengasuh Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong. Dalam amanatnya, Kiai Mutawakkil menekankan pentingnya menjaga marwah pesantren di tengah berbagai tantangan zaman.
Beliau menyoroti isu yang sedang ramai diperbincangkan akhir-akhir ini, yakni tayangan salah satu program televisi di Trans7 yang dinilai melecehkan para kiai dan lembaga pesantren.
“Kita semua prihatin atas tayangan yang tidak menghormati kiai dan pesantren. Pesantren adalah lembaga yang memiliki peran besar dalam mencerdaskan umat dan membangun moral bangsa. Karena itu, jangan sampai ada pihak yang seenaknya merendahkan martabat pesantren,” tegas KH. Mutawakkil Alallah dalam sambutannya.
Selain itu, Kiai Mutawakkil juga mengingatkan para santri agar tidak melupakan jasa para pendiri dan ulama terdahulu yang telah berjuang menegakkan ajaran Islam sekaligus ikut andil dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia.
“Santri harus meneladani perjuangan para masyayikh dan ulama terdahulu. Mereka bukan hanya berjuang di bidang agama, tetapi juga turut memperjuangkan kemerdekaan bangsa ini. Karena itu, semangat cinta tanah air harus terus hidup di dada para santri,” ujarnya.
Peringatan Hari Santri Nasional ke-10 di Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong tahun ini tidak hanya menjadi momentum untuk meneguhkan komitmen kebangsaan para santri, tetapi juga untuk memperkuat peran pesantren dalam membangun karakter generasi muda yang berakhlak dan cinta tanah air.
Apel akbar tersebut diakhiri dengan pembacaan ikrar santri serta doa bersama untuk keselamatan bangsa dan kemajuan pesantren di seluruh Indonesia.(bhj)












