Probolinggo.seputarjawatimur.com. Dua tim lembaga pengembangan dan bimbingan olimpiade internasional (lpboi) mahasiswa universitas islam zainul hasan (unzah) genggong kembali menorehkan prestasi di kancah internasional.
Tim pertama berhasil meraih silver medal dalam ajang global competition for life sciences 2024, yang diikuti oleh 308 tim dari 13 negara pada 02 september kemarin.
Mereka terdiri dari muhammad yahya azzahid, riska kurniawati, mariya ulfa dan najmah syakiratun ni’am
Kemudian, pada bulan ini tepatnya ditanggal 11 oktober 2024, empat mahasiswi unzah kembali berhasil meraih silver medal dalam kompetisi world youth invention and innovation award 2024, yang diikuti oleh 549 tim dari 16 negara.
Mereka terdiri dari iroda auliya, isnainingsih, adelia irma surya ningsih dan dyana.
Iroda auliya, salah satu mahasiswi yang berprestasi, bercerita tentang inovasi yang mereka angkat dalam kompetisi tersebut dengan judul “lemongrass as anti-mosquito lotion and healthy skin care.” inovasi ini memanfaatkan tanaman serai (lemongrass) sebagai solusi untuk perawatan kulit sekaligus pengendalian serangga.
Dalam penjelasannya, iroda mengungkapkan bahwa tanaman serai mengandung minyak serai yang terbukti efektif untuk mengusir serangga, terutama nyamuk.
“bahan utama dalam minyak serai wangi adalah sitronelol, sitronelol, dan geraniol, yang dikenal memiliki efektivitas sebagai pengusir nyamuk,” jelasnya.
Melalui penelitian ini, mereka tidak hanya ingin menawarkan produk yang inovatif, tetapi juga bertujuan untuk mengedukasi masyarakat tentang bahaya demam berdarah. Iroda dan timnya ingin memberdayakan tanaman serai menjadi lotion pengusir nyamuk yang aman dan terjangkau.
“dengan cara ini, kami berharap masyarakat bisa mendapatkan alternatif pengusir nyamuk yang alami dan murah, sekaligus meningkatkan kesadaran akan kesehatan,” jelas iroda seraya bersyukur.
Menanggapi prestasi gemilang tersebut, rektor unzah, dr. Abdul aziz wahab, ba., m.ag., menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya.
“kami sangat bangga atas prestasi yang diraih oleh para mahasiswa unzah di ajang internasional. Ini membuktikan bahwa unzah tidak hanya mampu bersaing di tingkat nasional, tetapi juga memiliki kapasitas untuk berinovasi dan berkontribusi di tingkat internasional,” ujarnya.
Lebih lanjut, beliau menambahkan, “keunggulan para mahasiswa kami bukan hanya terletak pada kepintaran akademik mereka, tetapi juga pada kemampuan untuk berpikir kritis, kreatif, dan solutif. Mereka mampu menerjemahkan ilmu pengetahuan menjadi inovasi nyata yang diakui dunia. Inilah bukti nyata dari sistem pendidikan unzah yang terus berfokus pada pengembangan potensi mahasiswa, baik dalam bidang akademik maupun inovasi. Semoga pencapaian ini menginspirasi mahasiswa lainnya untuk terus berkarya dan membawa nama baik indonesia di kancah dunia.” terangnya
Doktor aziz juga menekankan pentingnya mengembangkan kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual di unzah, yang memungkinkan mahasiswa untuk menjadi agen perubahan di era globalisasi.
“dengan semangat kolaborasi, inovasi dan kreativitas, kita yakin mahasiswa unzah akan terus menjadi motor penggerak inovasi yang membawa manfaat bagi masyarakat luas,” tutupnya.(bhj)












