Dugaan Pemukulan Oknum Polisi Pada Driver Curi Perhatian Public.LSM Lira Desak Kasus Hukum Dituntaskan

PROBOLINGGO.seputarjawatimur.com – Kasus pemukulan yang melibatkan oknum anggota polisi terhadap pria asal Kelurahan Sukabumi, Kota Probolinggo, mencuri perhatian publik. Tindakan kekerasan oleh aparat kepolisian tentu menimbulkan banyak pertanyaan mengenai proses penegakan hukum,

Dukungan terhadap korban dan kuasa hukumnya semakin mengalir, dengan LSM Lira Kota Probolinggo yang memberikan desakan tegas kepada pihak kepolisian untuk menjalankan penyelidikan secara transparan.

Louis Hariona, Walikota Lira Probolinggo mengatakan bahwa meskipun pelaku adalah anggota polisi, itu tidak boleh menjadi alasan untuk menghambat proses hukum atau membuat kasus ini mandeg. Hal ini agar setiap tindakan yang melanggar hukum, tidak peduli siapa pelakunya, tetap diproses sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Sebab di mata hukum, semua sama. Tidak ada pengecualian. Kami juga menuntut polisi harus transparan dalam proses pengusutan kasus ini,” jelasnya, Selasa (12/11/2024).

Transparansi itu sangat diperlukan agar masyarakat tahu, bahwa hukum berlaku sama. Tidak tajam ke bawah tapi tumpul ke atas.

Selain itu, kasus ini diharapkan bisa menjadi pelajaran bagi anggota polisi yang lain. Agar tidak sembrono dan arogan ketika berada di masyarakat. Sebagai abdi negara juga harusnya memberikan contoh yang baik. Bukan malah arogan dan main hakim sendiri seperti kejadian yang menimpa Agus Sumantri.

Sejauh ini, Kasat Reskrim Polres Probolinggo Kota, AKP Didik Riyanto menyebut, pihaknya sudah memeriksa sejumlah saksi. Atas insiden tersebut.

Diberitakan sebelumnya, saat sedang sarapan pagi nasi padang, seorang pria asal Kelurahan Sukabumi, Mayangan, Kota Probolinggo, tiba-tiba dipukuli oknum polisi.

Insiden itu terjadi pada Kamis (7/11/2024) pagi, sekitar pukul 09.00 WIB. Ketika itu, pria berinisial AS ini sedang makan di warung nasi padang, di sekitar Kelurahan Sukabumi. Tak sengaja, ia bertemu wanita teman sekolahnya dahulu.

Karena kenal, keduanya terlibat percakapan. Namun tiba-tiba, seorang oknum polisi menghampiri keduanya. AS dipukul menggunakan gelas kaca. Sampai lebam di bibir dan ujung giginya patah. (bhj)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *