Pasuruan, seputarjawatimur.com – Menjelang dimulainya tahun ajaran baru pada awal Agustus mendatang, Pemerintah Kota Pasuruan melalui Dinas Kesehatan melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap para siswa-siswi yang akan menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat (SR). Kegiatan ini dilaksanakan pada Senin (14/7) sebagai langkah preventif untuk memastikan kondisi kesehatan seluruh peserta didik dalam keadaan prima sebelum memasuki lingkungan asrama.
Langkah ini dilakukan karena para siswa-siswi SR nantinya akan tinggal di lingkungan asrama, yang memiliki potensi tinggi terhadap penularan penyakit. Dengan adanya skrining kesehatan sejak dini, diharapkan tidak ada penyakit menular yang terbawa maupun menyebar di lingkungan sekolah.
“Kita awali cek kesehatan bagi siswa-siswi SR di Kota Pasuruan. Karena nanti mereka tinggal di asrama, kami khawatir jika ada penyakit menular bisa menular ke siswa lainnya,” ujar Kokoh Arie Hidayat, Kepala Dinas Sosial Kota Pasuruan.
Pemeriksaan kesehatan ini mencakup pengecekan fisik umum serta deteksi awal terhadap potensi penyakit menular yang mungkin diderita oleh para calon penghuni asrama. Apabila ditemukan kondisi yang membutuhkan penanganan medis, akan dilakukan langkah tindak lanjut sebelum masa pendidikan dimulai.
Usai menjalani pemeriksaan, para siswa-siswi dikembalikan sementara ke orang tua masing-masing. Mereka akan kembali ke asrama saat kegiatan pengenalan lingkungan sekolah dimulai, bertepatan dengan awal tahun ajaran baru.
“Setelah ini kita kembalikan lagi ke orang tuanya, sambil menunggu dimulainya ajaran baru. Nanti baru siswa-siswi masuk asrama,” tambah Kokoh.
Sekolah Rakyat Kota Pasuruan tahun ini akan menampung dua rombongan belajar (rombel), dengan total 50 peserta didik. Rinciannya terdiri dari 27 siswa laki-laki dan 23 siswi perempuan.
Melalui langkah ini, Pemerintah Kota Pasuruan menunjukkan komitmennya dalam menjaga kesehatan dan keselamatan peserta didik sejak awal, demi menciptakan lingkungan belajar yang aman, sehat, dan kondusif.(Nik)












