Probolinggo.seputarjawatimur.com. Dalam 100 hari kerja setelah pelantikan, pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Probolinggo, Gus Haris dan Lora Fahmi, telah menyiapkan program-program prioritas yang akan dijalankan. Hal ini disampaikan oleh Gus Haris dalam rapat koordinasi bersama Pj Bupati Probolinggo, Ugas Irwanto, serta para pejabat SKPD pada Selasa (17/12/2024).
Beberapa program yang menjadi fokus utama dalam 100 hari kerja tersebut meliputi tata kota Kraksaan, reformasi birokrasi, peningkatan pelayanan kesehatan, revitalisasi Alun-alun Kraksaan, serta program-program strategis lainnya.
Program prioritas yang disiapkan oleh Gus Haris dan Lora Fahmi tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pada perbaikan tata kelola pemerintahan melalui reformasi birokrasi dan peningkatan pelayanan publik. Dengan langkah ini, Gus Haris dan Lora Fahmi optimistis dapat menciptakan perubahan signifikan untuk Kabupaten Probolinggo, meningkatkan efisiensi pemerintahan, serta memastikan pelayanan publik yang lebih baik bagi masyarakat.
“Program-program ini kami prioritaskan untuk 100 hari pertama setelah dilantik, tetapi bukan berarti program lain tidak penting. Semuanya akan dijalankan secara bertahap sesuai kebutuhan dan kondisi di lapangan,” ujarnya.
Gus haris menambahkan, Kabupaten Probolinggo, memerlukan akselerasi pembangunan untuk kemajuan wilayah tersebut. Dirinya bersama Lora Fahmi berkomitmen untuk terus berjalan di poros rakyat demi kesejahteraan daerah. Mereka bertekad untuk mendorong percepatan pembangunan yang tidak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga pada peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui berbagai program prioritas yang telah disiapkan.
Gus Haris juga menekankan kepada para kepala satuan kerja bahwa tidak ada lagi budaya setor upeti ke bupati. Ia menegaskan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam setiap proses pemerintahan, serta mengharapkan agar para pejabat bekerja dengan profesional dan berfokus pada pelayanan publik yang optimal tanpa adanya praktek-praktek yang merugikan rakyat. Dengan sikap ini, Gus Haris ingin menciptakan pemerintahan yang bersih, efisien, dan bebas dari korupsi.
“ Mulai saat ini dan seterusnya, tidak ada lagi budaya setor upeti ke bupati, jangan sampai hal itu terjadi “ ujranya di sambut tepuk tangan yang hadir.
Sementara itu Pj Bupati Probolinggo, Ugas Irwanto, memastikan bahwa transisi kepemimpinan antara dirinya dan pasangan terpilih, Gus Haris dan Lora Fahmi, akan berjalan mulus. Ugas menyebutkan bahwa pola akselerasi pembangunan yang direncanakan Gus Haris dan Lora Fahmi merupakan langkah yang tepat untuk mempercepat realisasi visi dan misi yang telah dirancang. Dengan pendekatan ini, Ugas optimistis bahwa program-program prioritas yang sudah disiapkan akan segera terlaksana dan memberikan dampak positif bagi kemajuan Kabupaten Probolinggo.
“Setelah pelantikan pada Februari 2025 nanti, kami mendukung penuh langkah Bupati dan Wakil Bupati terpilih. Pola akselerasi yang diterapkan diharapkan mampu mempercepat implementasi program prioritas, sehingga masyarakat bisa segera merasakan manfaatnya,” ujar Ugas Irwanto.
Ia menambahkan bahwa dengan dukungan penuh terhadap kepemimpinan Gus Haris dan Lora Fahmi, diharapkan berbagai program yang telah disiapkan dapat segera terealisasi demi kesejahteraan masyarakat Kabupaten Probolinggo.(bhj)












