Pasuruan, seputarjawatimur.com – Berburu menu kuliner pada bulan puasa untuk berbuka menjadi identik umat muslim di tanah air, salah satunya olahan berbahan dasar ikan bandeng, dimana ikan bandeng menjadi menu khas Kota Pasuruan dengan nama Bandeng Jelak.
Olahan bandeng jelak khas Kota Pasuruan diambil dari nama lingkungan Jelak, yang berada di Kelurahan Blandongan, Kecamatan Bugul Kidul, Kota Pasuruan. Beberapa tahun terakhir masyarakat sudah mulai mengelola hasil tambak yang ada di sekitarnya menjadi kuliner khas daerah.
Menu kuliner bandeng jelak khas Kota Pasuruan ada beberapa mulai dari bandeng bakar madu, sate bandeng, botok bandeng, krispi bandeng dan abon bandeng. Namun pada bulan puasa saat ini dengan udara dingin musim penghujan hanya 3 menu yang rame dipesan masyarakat yaitu bakar madu, sate bandeng, dan botok.
Dalam pengolahan ikan bandeng yang dikenal guri dan nikmat rasanya namun ada permasalahan didurinya, untuk menghindari daging bandeng dari duri pengelola melakukan pencabutan setiap duri yang ada tinggal daging dan kepala.
Untuk bumbu-bumbu setiap olahan bandeng mengandalkan rempah-rempah tradisional, mulai dari barang merah, bawang putih, cabai, kemiri, merica dan beberapa rempah-rempah khas Kota Pasuruan.
Produsen bandeng jelak khas Kota Pasuruan Sofiatul Khusna mengatakan, pada bulan puasa saat ini mengalami peningkatan hingga 100 persen dibandingkan hari biasa, namun pada saat ini hanya sore hari serta melayani pesanan secara online sekitar Kota Pasuruan.
“Alhamdulillah pada bulan puasa saat ini pesanan meningkat 2 kali lipat, mencapai 50 porsi setiap harinya dan membutuhkan bandeng segar diatas 10 kilogram,” kata Sofi, pada jum’at (15/03/2024).
Untuk memenuhi kebutuhan para produsen olahan bandeng jelak khas Kota Pasuruan, para produsen mengandalkan hasil tambak yang ada, pasalnya bandeng khas Kota Pasuruan tidak berbau tanah yang selama ini tidak disukai para pecinta kuliner bandeng.
Sedangkan harga setiap olahan menu bandeng tidak menguras kantong pembeli, bandeng bakar madu hanya dihargai 21 ribu per ekornya, sate bandeng per porsi 15 ribu saja, dan botok bandeng sama dengan sate.
Dengan bulan puasa bulan penuh berkah ini sangat dirasakan oleh para produsen bandeng jelak khas Kota Pasuruan, yang dikelola secara rumahan untuk menambah ekonomi keluarga.
Dari hasil pesanan olahan bandeng jelak khas Kota Pasuruan perhari keuntungan bagi setiap produsen ratusan ribu, yang nantinya dibagi bersama-sama oleh para pekerja.
Namun para kelompok produsen bandeng jelak yang saat ini nama menu kuliner bandeng Khas Kota Pasuruan sudah mulai dikeenal masyarakat luas, meminta Pemerintah Kota Pasuruan lebih inten promosikan dan adanya outlet-outlet di Jalur Pantura Pasuruan untuk lebih mengenalkan pada masyarakat pecinta kuliner.
Penyulu Kementerian Perikanan da Kelautan Atok Maulana menyampaikan saat ini ada 4 kelompok binaan yang mengelola ikan bandeng, dimana kelompok-kelompok diusahakan untuk bisa berkreasi dalam kuliner bandeng.
“Saat ini ada 4 kelompok ibu-ibu yang terdiri dari 10 orang, yang mengelola hasil tambak disekitarnya untuk menjadi kuliner andalan daerah, salah satunya ikan bandeng di lingkungan Jelak yang tidak bau tanah,” ujar Atok.
Dirinya menambahkan bahwa stok ikan bandeng cukup melimpah di Kota Pasuruan apabila hanya untuk kuliner bandeng jelak, bahkan saat ini kebutuhan ikan bandeng paling besar untuk bandeng presto dimana beberapa yayasan pendidikan menjadi salah satu menu utama dalam waktu seminggu. (nik)












