Probolinggo, Seputarjawatimur.com – Untuk mengantusipasi adanya isu negatif pemili 2024, Polres Probolinggo menemui sejumlah kiai dan ulama. Salah satunya menemui pengasuh Pesantren Nurul Jadid KH. Moch Zuhri Zaini, pada Kamis (1/2/2024)
Kapolres Probolinggo AKBP Teuku Arsya Khadafi mengatakan, selain meredam isu negatif, pertemuan bertajuk cooling system itu juga bertujuan untuk meminta doa dan memohon dukungan untuk mewujudkan keamanan dan ketertiban.
Khususnya kondusifitas pada pelaksanaan Pemilu Serentak yang akan dilaksanakan pada 14 Februari 2024.
“Kami mohon doa dan dukungan untuk mewujudkan Kabupaten Probolinggo tetap aman, nyaman, dan kondusif saat Pemilu 2024,” katanya.
Pertemuan itu pula bertujuan untuk mempererat sinergitas antara pesantren dan kepolisian agar Kabupaten Probolinggo tetap kondusif sehingga proses demokrasi berjalan lancar, damai, dan sejuk.
“Dukungan para kiai, ulama, habaib dan seluruh elemen masyarakat sangatlah penting untuk kami dalam menjaga situasi kondusif khususnya di Kabupaten Probolinggo,” ucapnya.
Sementara itu, Pengasuh Pesantren Nurul Jadid KH. Moch Zuhri Zaini, menyambut baik kegiatan silaturahmi Kapolres Probolinggo dengan para ulama dan tokoh agama di Kabupaten Probolinggo.
Dengan bersilaturahmi, sinergitas terbangun dengan kuat untuk menjaga kondusifitas di Kabupaten Probolinggo.
“Para ulama merupakan mitra pemerintah dan aparat keamanan. Ke depan kita terus bersinergi untuk menjaga Kabupaten Probolinggo sejuk, aman, dan nyaman,” tutur, kiai penuh kharismatik itu.
Kiai Zuhri juga berpesan agar seluruh elemen Masyarakat tetap mengedepankan persatuan dan kesatuan serta kekeluargaan meski beda pilihan dalam pemilu 2024 nanti. Jangan sampai perbedaan pemilihan menyebabkan perpecahan.(fn)












