Agar menjadi Pendapatan Asli Daerah, Pengelolaan PKL Stadion Gelora Kraksaan Resmi Di Ambil Alih Pemkab

Prolinggo.seputarjawatimur.com – Keberadaan Pedagang Kaki Lima (PKL) di sekitar Stadion Gelora Merdeka Kraksaan telah menjadi sorotan utama bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo. Selama bertahun-tahun, keberadaan mereka yang berjualan di area stadion sering kali menimbulkan kesan tidak teratur. Maka dari itu, Pemkab Probolinggo melalui Dinas Perindustrian, Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan (DKUPP) berinisiatif untuk menata kembali lapak-lapak PKL yang ada di sana dengan tujuan menciptakan lingkungan yang lebih tertata, rapi, dan nyaman, serta mendukung keberlanjutan kawasan stadion sebagai salah satu ikon kota yang dapat dinikmati oleh semua pihak.

Untuk mencapai tujuan tersebut, Pemkab Probolinggo tidak hanya sekadar menata lapak PKL, tetapi juga akan memberikan berbagai fasilitas yang dibutuhkan para pedagang. Fasilitas tersebut antara lain adalah penyediaan listrik, air bersih, serta lahan parkir. Semua fasilitas ini akan dikelola langsung oleh Pemkab, guna memastikan keberlanjutan dan kenyamanan para pedagang dalam menjalankan usaha mereka. Dengan pengelolaan yang lebih terpusat dan sistematis, diharapkan dapat tercipta ekosistem yang saling mendukung antara pemerintah, pedagang, dan masyarakat sekitar.

Sebelumnya, banyak PKL yang berjualan di depan stadion. Dalam rangka menciptakan ketertiban dan kenyamanan, DKUPP memutuskan untuk mengalihkan sementara lokasi para PKL ke sisi belakang stadion, tepatnya di area belakang Polsek Kraksaan. Langkah ini diambil sebagai solusi sementara sembari menunggu keputusan resmi terkait penataan lebih lanjut yang akan dilakukan di masa depan.

Menurut Kepala Dinas DKUPP, Taufik Alamin, langkah pengalihan lokasi ini merupakan bagian dari upaya untuk menata kawasan sekitar stadion secara lebih terorganisir.

“Untuk satu bulan ke depan, para PKL ini akan beraktivitas di tempat semula. Kami akan merancang dan menata kembali konsep penataan kawasan ini, termasuk penyediaan fasilitas yang memadai seperti listrik yang harganya terjangkau, air bersih, dan lainnya. Selama ini, fasilitas tersebut dikelola secara pribadi warga , namun ke depan, fasilitas ini akan dikelola oleh Pemkab sehingga dapat berkontribusi pada Pendapatan Asli Daerah (PAD),” ujar Taufik.

Langkah penataan ini diharapkan dapat memberikan manfaat yang besar bagi para pedagang kaki lima, masyarakat sekitar, serta pengunjung stadion. Dengan adanya penataan yang lebih rapi dan terorganisir, kawasan Stadion Gelora Merdeka Kraksaan diharapkan dapat menjadi lebih bersih, nyaman, dan menarik, serta mendukung perkembangan ekonomi lokal.

Selain itu, pengelolaan fasilitas yang lebih profesional dan terintegrasi akan memberikan kepastian dan kenyamanan bagi pedagang, sekaligus mendukung upaya Pemkab Probolinggo dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah melalui sektor ekonomi informal.

Dengan harapan agar kawasan stadion ini tidak hanya menjadi tempat untuk berolahraga atau acara hiburan semata, namun juga sebagai ruang publik yang nyaman bagi semua kalangan, kebijakan ini merupakan langkah maju dalam mewujudkan tata kelola kota yang lebih baik dan berkelanjutan.

“Dengan penataan yang lebih baik ini, PKL di sekitar Stadion Gelora Merdeka Kraksaan bisa terus berkembang, menciptakan lapangan pekerjaan, dan meningkatkan perekonomian daerah, tanpa mengorbankan kenyamanan dan ketertiban masyarakat.(bhj)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *