Kediri-seputarjawatimur.com-Demi kelancaran dan mempercepat proses tebang angkut, MKSO Kebun Dhoho Kediri meggunakan teknik semi manual. Artinya untuk menebang tebu memakai tenaga manusia, sedangkan untuk mengangkat ke truk menggunakan mesin grabroader.
General Manager MKSO Kebun Dhoho Juni Yanto mengatakan, proses tebang angkut MKSO Kebun Dhoho dibantu dengan alat yang biasa dikenal grabroader supaya tebang tebu lancar.
Adapun Fungsi Grabroader di tebang ebu yaitu untuk mengambil tebu yang sudah ditebang dari lahan, kemudian diangkat muat ke truk. “Kapasitas satu unit grab loader ini mampu mengangkat 200-300 ton/hari atau setara 15-20 truk,” tegasnya.
Sedangkan untuk luas lahan satu unit Grab loader mampu menyelesaikan 50-80 Hektar tebang per hari. Maka untuk memperlancar proses tebang MKS Kebun Dhoho mendatangkan beberapa unit Grab Loader supaya lebih lancar. “Dan MKSO Kebun Dhoho kami oastikan mampu menebang 1.900 ton per hari,” tamdas Juni.
Sementara itu, Asisten menejer Kebun Dhoho I Oktarany menambahkan, Kebun Dhoho akan terus melaksanakan tebang selama musim panen berlangsung. Tebu yang ditebang akan dikirim ke pabrik gula sekitar seperti PG Ngadiredjo, PG Pesantren Baru, PG Meritjan, PG Lestari. “Saat ini yang sudah melaksanakan giling PG Ngadiredjo, maka hasil panen sementara kami kirim ke PG Ngadiredjo,” pungkasnya.(tar)












