Pemkab Probolinggo Buka Jalur Alternatif Tiris–Krucil, Pembebasan Lahan Dilakukan Secara Swadaya

Probolinggo,seputarjawatimur.com- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo akhirnya membuka akses baru sebagai jalur alternatif untuk menyambungkan kembali ruas jalan Tiris–Krucil yang lumpuh akibat longsor pada akhir Februari 2026 lalu.

Pembangunan jalur alternatif tersebut sempat terkendala persoalan lahan warga yang berada di trase jalan baru. Selain itu, proses pembangunan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dinilai membutuhkan waktu panjang karena harus melalui berbagai tahapan administrasi dan prosedur sistemik.

Tokoh masyarakat setempat, H. Abdurrahman mengatakan, dirinya langsung berkoordinasi dengan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Probolinggo setelah mengetahui kondisi tersebut. Dari hasil koordinasi itu diketahui bahwa pembangunan jalur dengan menggunakan anggaran pemerintah membutuhkan proses cukup lama, sementara akses warga menjadi kebutuhan mendesak.

“Mendapati situasi seperti itu, saya berkoordinasi dengan Kepala Dinas PUPR Kabupaten Probolinggo. Hasilnya disampaikan kepada saya bahwa pembangunan jalur prosesnya panjang jika menggunakan anggaran pemerintah, sementara akses warga ini menjadi kebutuhan mendesak,” kata H. Abdurrahman, Minggu (10/5/2026).

Tidak ingin masyarakat terus dibayangi ketidakpastian, H. Abdurrahman kemudian menyampaikan persoalan tersebut kepada Bupati Probolinggo, Mohammad Haris, melalui layanan pengaduan Hallo SAE.

“Atas petunjuk dan sumbangan awal dari Pak Bupati, kami di Fraksi Partai Gerindra DPRD Kabupaten Probolinggo akhirnya sepakat patungan untuk biaya pembebasan lahan,” ujarnya.

Menurutnya, biaya pembebasan lahan mencapai Rp150 juta. Lahan tersebut diketahui milik tiga warga Dusun Kedungkokap, Desa Segaran, yakni H. Untung, Sukmo dan Ahmad.

“Itu sudah murah karena harga awal tidak seterjangkau itu. Namun kami lobi dan berikan pemahaman bahwa lahan itu dibutuhkan masyarakat, bukan untuk kepentingan pribadi sehingga pemilik lahan akhirnya memahami,” tuturnya.

Ia menambahkan, proses pembebasan lahan kini telah selesai dan pengerjaan awal berupa pengeprasan tanah mulai dilakukan sejak Jumat lalu.

“Sudah dibayar, pengeprasan lahan untuk jalur alternatif juga sudah dilakukan sejak hari Jumat kemarin,” tandas warga Desa Kertosuko tersebut.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Probolinggo, Hengki Cahjo Saputra menyebut langkah swadaya masyarakat menjadi solusi tepat untuk mempercepat pemulihan akses warga terdampak longsor.

Menurut Hengki, apabila pembangunan menunggu pendanaan APBD, maka pengerjaan fisik baru bisa dilakukan paling cepat pada Februari 2027 mendatang.

“Bayangkan, berapa kerugian immaterial warga yang tidak bisa beraktivitas karena aksesnya tidak bisa dilewati. Oleh karenanya, saya tawarkan barangkali ada pihak-pihak yang sukarela membantu membiayai pembebasan lahan agar jalur alternatif bisa segera dibangun,” jelasnya.

Hengki menerangkan, jalur alternatif yang dibangun memiliki panjang sekitar 30 hingga 40 meter dengan lebar 4 meter. Lokasinya berada di sisi kiri dari arah utara atau timur jalan utama yang longsor.

“Geometri badan jalannya itu bergeser sekitar dua meter ke arah yang baru sehingga harapannya tahun depan nilai fisiknya juga tidak terlalu mahal,” katanya.

Saat ini pengerjaan fisik berupa pengeprasan bahu tanah masih berlangsung dengan target penyelesaian sekitar tiga pekan ke depan atau awal Juni 2026. Namun, jalur tersebut nantinya hanya diperbolehkan dilintasi kendaraan roda dua, pikap dan mobil pribadi.

“Truk, apalagi yang memuat kayu, tidak boleh melintas,” tegas Hengki.

Seperti diketahui, akses jalan Tiris–Krucil tepatnya di Dusun Kedungkokap RT 02 RW 03 Desa Segaran, Kecamatan Tiris, longsor setelah hujan deras mengguyur kawasan tersebut pada Senin (23/2/2026) lalu. Akibatnya, arus lalu lintas kendaraan roda empat lumpuh dan jalan hanya bisa dilewati kendaraan bermotor karena longsoran memakan hampir separuh badan jalan.(bhj)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *