Jalur Alternatif Jalan Longsor Tiris Mulai Dibangun, Mobilitas Warga Segera Pulih

Probolinggo-seputarjawatimur.com — Kabar baik datang bagi masyarakat pengguna jalan di Desa Segaran, Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo. Pemerintah daerah mulai membangun jalur alternatif untuk menyambungkan kembali akses jalan yang longsor dan sempat memutus mobilitas warga.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Probolinggo, Hengki Cahjo Saputra menjelaskan, jalur alternatif yang dibangun merupakan trase atau jalur baru sepanjang sekitar 30 hingga 40 meter dengan lebar empat meter.

Jalur tersebut berada di sisi kiri dari arah utara atau timur jalan utama dengan memanfaatkan lahan milik tiga warga setempat. Selain itu, jalur baru juga diperkuat dengan tembok penahan tanah (TPT) guna meningkatkan stabilitas dan keamanan.

“Geometri badan jalannya bergeser sekitar dua meter ke arah yang baru sehingga harapannya tahun depan nilai fisiknya juga tidak terlalu mahal,” ujar Hengki, Sabtu (9/5/2026).

Menurutnya, jalur alternatif nantinya akan dilapisi Lapis Pondasi Atas (LPA) agar masyarakat dapat kembali melintas dan menjalankan aktivitas secara normal.

Saat ini, proses pengerjaan fisik berupa pengeprasan bahu tanah telah dilakukan dengan target penyelesaian sekitar tiga pekan ke depan atau awal Juni 2026.

Namun demikian, pemerintah membatasi kendaraan yang diperbolehkan melintas. Jalur alternatif hanya dapat digunakan kendaraan bermotor, pikap, dan mobil pribadi. Sedangkan truk, terutama pengangkut kayu, dilarang melintas demi menjaga keamanan konstruksi jalan sementara tersebut.

Hengki menegaskan, pembangunan jalur alternatif hanyalah solusi sementara untuk mempercepat pemulihan akses warga. Pasalnya, pembangunan permanen pada jalur utama diperkirakan baru dapat direalisasikan paling cepat pada awal 2027.

“Longsor di Tiris ini memang cukup pelik karena merupakan satu-satunya akses jalan dan separuh badan jalan hilang. Kalau menggunakan APBD, prosesnya cukup panjang,” jelasnya.

Ia menambahkan, opsi paling memungkinkan sebenarnya melalui Perubahan Anggaran Keuangan (PAK). Namun, proses pembebasan lahan warga dan tahapan pembangunan membutuhkan waktu cukup lama sehingga jalur permanen diperkirakan baru dapat dimanfaatkan pada akhir 2027.

Di tengah kebutuhan mendesak akan infrastruktur tersebut, sejumlah tokoh masyarakat dan dermawan turut hadir membantu percepatan penanganan. Mereka tidak hanya memberikan dukungan materi, tetapi juga membantu proses mediasi dan sosialisasi pembebasan lahan kepada warga terdampak.

“Ada sejumlah tokoh masyarakat dan dermawan yang berbaik hati sehingga juga bisa dibiayai dari sana. Saya juga sampaikan bahwa kalau dibiayai dari PAK, prosesnya masih sangat panjang,” pungkas Hengki.

Diketahui, akses jalan penghubung Tiris–Krucil di Dusun Kedungkokap RT 02 RW 03 Desa Segaran, Kecamatan Tiris, mengalami longsor setelah hujan deras mengguyur kawasan tersebut pada Senin (23/2/2026). Akibat kejadian itu, arus lalu lintas kendaraan roda empat sempat lumpuh total.(bhj)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *