PROBOLINGGO.seputarjawatimur.com– Upaya Pemkab Probolinggo dalam mempercepat perbaikan infrastruktur jalan kembali menunjukkan hasil signifikan. Meski berada dalam kondisi fiskal yang terbatas, pemerintah daerah berhasil menuntaskan perbaikan pada 75 ruas jalan selama tahun 2025. Capaian ini menjadi bukti bahwa strategi pembangunan berbasis kolaborasi mampu memberikan dampak nyata.
Di bawah kepemimpinan Bupati Gus dr. Mohammad Haris dan Wakil Bupati Ra Fahmi AHZ, pola “kerja kolektif kolegial” lintas instansi menjadi kunci untuk memastikan pembangunan tidak berjalan tersendat. Model kerja ini memungkinkan berbagai pihak ikut terlibat dalam penanganan jalan, tanpa hanya mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Probolinggo, Hengki Cahjo Saputra, mengungkapkan bahwa perbaikan jalan dilakukan melalui beragam sumber pendanaan, baik APBD maupun non-APBD.
“Perbaikan dilakukan secara menyeluruh, baik menggunakan APBD maupun non-APBD. Strateginya adalah kolaborasi,” tegas Hengki.
Data PUPR mencatat rincian penanganan jalan sepanjang 2025 sebagai berikut:
42 ruas jalan ditangani melalui pemeliharaan rutin menggunakan APBD.
17 ruas jalan mendapat peningkatan konstruksi dengan anggaran APBD.
16 ruas jalan diperbaiki oleh kontraktor tol sebagai bentuk tanggung jawab atas dampak operasional alat berat.
Sejumlah akses wisata dikerjakan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) dari pihak swasta.
Menurut Hengki, pelibatan pemerintah desa, kontraktor swasta, hingga dukungan CSR memperkuat efektivitas percepatan pembangunan. “Sinergi ini memungkinkan perbaikan infrastruktur tetap berjalan masif meski anggaran daerah terbatas,” ujarnya.
Bupati Probolinggo, Gus Haris, menegaskan bahwa tidak seluruh beban penanganan infrastruktur dapat ditumpukan pada APBD mengingat keterbatasan fiskal. Ia menilai pendekatan kolaboratif menjadi pilihan paling realistis untuk menjaga keberlanjutan pembangunan.
“Keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi alasan terhentinya pelayanan kepada masyarakat, khususnya dalam penyediaan akses jalan yang layak,” tuturnya.
Lebih lanjut, Gus Haris menyampaikan bahwa gotong royong antara pemerintah, swasta, dan desa terbukti mampu mempercepat penyelesaian berbagai ruas jalan penting. Ia berharap hasil perbaikan puluhan ruas jalan ini dapat meningkatkan mobilitas warga, sekaligus menggerakkan ekonomi lokal.
“Tahun depan perbaikan infrastruktur jalan akan kembali dilakukan pada ruas-ruas jalan rusak lainnya,” pungkasnya. (Bhj)












