Pemkab Probolinggo Dorong Peran Perempuan dan Keluarga Tekan Angka Stunting
Probolinggo, seputarjawatimur.com – Pemerintah Kabupaten Probolinggo menyelenggarakan kegiatan Fasilitasi Teknis Program Bangga Kencana bersama mitra kerja di Kantor Bupati Probolinggo, Minggu (13/7). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya strategis untuk memperkuat peran perempuan, keluarga, dan komunitas dalam pembangunan berkelanjutan serta percepatan penurunan angka stunting.
Acara tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh nasional, di antaranya Wakil Bupati Probolinggo Fahmi Abdul Haq Zaini, Sekretaris Kementerian BKKBN Prof. Budi Setiyono, dan Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Nihayatul Wafiroh. Ketiganya menyampaikan arahan terkait pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mewujudkan keluarga berkualitas sebagai pondasi Indonesia Emas 2045.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati menegaskan pentingnya peran perempuan dalam pembangunan bangsa.
“Perempuan adalah tiang agama dan negara. Jika perempuannya baik, insyaAllah negara juga akan baik,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan keprihatinan atas masih tingginya angka stunting serta kematian ibu dan anak di Kabupaten Probolinggo, dan berharap adanya dukungan semua pihak untuk menurunkannya.
“Kami ingin mewujudkan sumber daya manusia yang unggul, sehat, dan cerdas,” tegasnya.
Sementara itu, Prof. Budi Setiyono menyoroti bahwa stunting bukan hanya persoalan kesehatan, melainkan menyangkut kualitas sumber daya manusia secara menyeluruh.
“Anak yang lahir dalam kondisi stunting berpotensi mengalami hambatan fisik, kognitif, dan sosial. Oleh sebab itu, kesiapan perempuan sebelum menikah dan hamil menjadi sangat krusial,” jelasnya.
Prof. Budi juga mengingatkan pentingnya pengawasan penggunaan gawai pada anak dan perhatian terhadap kesejahteraan lansia, yang turut memengaruhi ketahanan keluarga.
Senada dengan itu, Dr. Nihayatul Wafiroh menyatakan bahwa isu keluarga dan kependudukan merupakan tanggung jawab bersama. Ia menekankan pentingnya pendidikan dan kecerdasan perempuan sebagai penentu kualitas generasi mendatang.
“Delapan puluh persen kecerdasan anak diturunkan dari ibu. Maka ibu harus cerdas, tidak menikah terlalu muda, tidak hamil terlalu tua, dan mengatur jarak kelahiran dengan bijak,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan bahwa penanganan stunting harus mencakup aspek budaya dan pola pikir, sehingga edukasi berkelanjutan kepada masyarakat mutlak diperlukan.
Melalui kegiatan ini, Pemkab Probolinggo berharap tercipta sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan dalam mewujudkan keluarga sehat, mandiri, dan berdaya saing tinggi.(nik)












