BLITAR.seputarjawatimur.com Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Blitar mulai melakukan proses setting dan packing logistik untuk persiapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024. Menurut Ketua KPU Kota Blitar, Rangga Bisma Aditya, saat ini kesiapan logistik Pilkada 2024 di Kota Blitar sudah mencapai 100 persen. Semua perlengkapan dan bahan logistik yang diperlukan untuk pelaksanaan Pilkada telah dipersiapkan dengan matang dan kini tersimpan dengan aman di gudang KPU Kota Blitar yang terletak di Jalan Bali.
Pihak KPU Kota Blitar telah siap untuk melaksanakan tahapan Pilkada yang akan datang, dengan semua perlengkapan seperti surat suara, kotak suara, tinta, dan alat-alat lain yang diperlukan sudah tersedia. Kesiapan logistik yang optimal untuk memastikan kelancaran pemungutan suara dan proses pemilihan di lapangan, sehingga tidak ada kendala teknis yang menghambat jalannya Pilkada.
Dengan logistik yang sudah siap, langkah selanjutnya adalah memastikan distribusi dan penataan yang tepat agar semuanya tersedia pada hari pemilihan. Kesiapan logistik juga menjadi indikator bahwa KPU Kota Blitar berupaya untuk menjalankan Pilkada 2024 dengan transparan, efisien, dan tanpa masalah administrasi yang berarti.
“Kesiapan logistik sudah 100 persen berada di gudang KPU dan kita sudah setting packing,” ujar Rangga, Senin (18/11/2024).
Rangga menjelaskan, setting packing logistik Pilkada 2024 ditargetkan selesai Selasa 19 November. Untuk kemudian, logistik akan didistribusikan ke masing-masing kelurahan dalah dua tahap.
Tahap pertama tanggal 23 November serentak dengan seluruh kabupaten/kota di Jawa Timur.
“Untuk tahap pertama di tanggal 24 November yang kami distribusikan adalah logistik berupa bilik suara. Ini serentak seluruh kabupaten dan kota di Jawa Timur yang akan memecahkan rekor MURI,” ujar Rangga.
Selanjutnya, logistik berupa surat suara baru akan didistribusikan di tahap kedua. Yakni pada tanggal 26 November atau H-1 hari pencoblosan.
KPU Kota Blitar memiliki pertimbangan tersendiri dalam mendistribusikan logistik surat suara mepet dengan hari H. Kata Rangga, keamanan dan cuaca menjadi alasan utama.
“Alasannya mepet di tanggal 26 karena Kota Blitar kan wilayahnya kecil. Jadi untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan kita pilih mendistribusikan di waktu yang cukup mepet. Selain itu saat ini musim hujan, jadi kami upayakan tidak terlalu lama menginap. Pengamanan dari cuaca dan berbagai kemungkinan sedikit beresiko jika menginap terlalu lama,” ujarnya.
Dia menjelaskan, surat suara hanya akan menginap di kelurahan selama semalam. Untuk kemudian pada 27 November subuh sudah didistribusikan ke masing-masing TPS di Kota Blitar yang berjumlah 213.
“Iki sudah kami lakukan di Pemilu sebelumnya. Pengamanan sedikit beresiko jika menginap terlalu lama. Kami tidak ingin ada kendala apapun. Meski kami sudah memastikan gudang di masing-masing kelurahan sudah sangat layak,” pungkasnya. (Suk)












